Home / Inspiratif

Jumat, 17 April 2020 - 16:02 WIB

Inovatif! Warga Sleman Ini Bikin Masker Transparan untuk Tuna Rungu

Sleman – Seorang warga di Kabupaten Sleman , DIY membuat masker transparan yang bisa mempermudah para tuna rungu berkomunikasi. Seperti apa bentuknya? Yuk, simak ceritanya! Masker TunaRungu

Seorang warga di Kabupaten Sleman , DIY membuat masker transparan yang bisa mempermudah para tuna rungu berkomunikasi. Seperti apa bentuknya?

atau COVID-19. Pemerintah saat ini telah mewajibkan untuk setiap masyarakat untuk mengenakan masker untuk menghambat penyebaran virus.Hanya saja, setiap masker ternyata tidak ramah untuk para tuna rungu. Sebab mereka perlu untuk membaca gerak bibir dan menggunakan ekspresi wajah untuk berkomunikasi.

Pria di Bogor Meninggal Saat Salat Jumat, Dievakuasi Pakai Protap CoronaPria di Bogor Meninggal Saat Salat Jumat, Dievakuasi Pakai Protap Corona

Inovatif! Warga Sleman Ini Bikin Masker Transparan untuk Tuna RunguInovatif! Warga Sleman Ini Bikin Masker Transparan untuk Tuna Rungu

Baca  Mengharukan Pengabdian Guru Honorer yang Tidak Punya Tangan

Kabar Duka dari Semarang! Satu Lagi Perawat RSUP dr Kariadi MeninggalKabar Duka dari Semarang! Satu Lagi Perawat RSUP dr Kariadi Meninggal

Sementara, masker yang beredar di pasaran saat ini menutup wajah sehingga para tuna rungu tidak bisa membaca gerak bibir dan ekspresi wajah. Hal itu akhirnya menjadi kendala warga tuna rungu dalam berkomunikasi.Berawal dari persoalan itu, Dwi Rahayu Februarti (41) warga Dusun Gemawang RT 03 RW 044, Desa Sinduadi, Mlati, Sleman membuat masker transparan. Dibantu salah seorang penerjemah bahasa isyarat,

detikcomberkomunikasi dengan Dwi yang tuna rungu.”Masker itu untuk mempermudah komunikasi, karena kalau (masker) tutup total dari teman-teman tuli tidak bisa melihat ekspresi dan gerakan bibir jadi tidak bisa memahami komunikasinya,” kata Dwi saat dijumpai di kediamannya di Sleman, Jumat (17/4/2020).

Baca  Ternyata Ibu UAS Pernah Curiga Sang Ustadz Pelihara Jin

Ibu rumah tangga yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Kesejahteraan Tuna Tungu Indonesia (Gerkatin) ini mengatakan awal pembuatan masker ini dimulai sejak beberapa pekan yang lalu. Yakni ketika dia mendapat info ada pandemivirus Coronayang menyebar di Indonesia.

“Setelah dapat informasi dari FB kalau ada penyebaran Corona dan harus pakai masker jadi langsung bikin masker. Kita dapat infonya telat sekitar 2 sampai 3 minggu yang lalu tahunya,” jelasnya.Masker yang dia buat, pada dasarnya sama seperti masker-masker pada umumnya. Hanya saja ada modifikasi khusus yakni ada material mika tebal yang dipasang sehingga gerakan mulut dan ekspresi wajah masih terlihat.

Hingga Kini Sudah 57 Tenaga Medis di RSUP dr Kariadi Positif CoronaHingga Kini Sudah 57 Tenaga Medis di RSUP dr Kariadi Positif Corona

Baca  Surat Mengharukan dari Seorang Dokter yang Melawan Wabah Corona

Polisi Tangkap Lagi 13 Napi yang Bebas Asimilasi CoronaPolisi Tangkap Lagi 13 Napi yang Bebas Asimilasi Corona
Dwi menerangkan awalnya dia hanya coba-coba. Namun, dia sudah punya dasar ilmu jahit.

“Saya awalnya latihan membuat masker hanya coba-coba aja, ketemu banyak hambatan,” ungkapnya.Baca juga:Hambatan yang dia alami yakni membuat masker itu presisi dengan wajah pemakai. Selain itu, ukuran mika yang digunakan juga harus sesuai dengan bentuk mulut pemakai.

“Ukuran mulut dan wajah beda-beda jadi kadang-kadang awal bikinnya nggak pas, tapi sekarang sudah bisa,” bebernya.Selain ukuran masker, bentuk masker juga dibuat berbeda. Awalnya, bagian transparan masker itu menempel di bibir sehingga membuat kesulitan berkomunikasi.

“Kami minta masukan seperti kemarin bagian yang transparan menempel di bibir akhirnya jahitan dibuat agak ke depan agar tidak nempel,” jelasnya. (detik)

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Cerita Sopir Ambulans di Masa Pandemi Corona: Rindu Anak tapi Takut Pulang!

Inspiratif

Curhat Dian, Perawat Positif Corona: Hanya 15 Menit Langsung Tertular

Inspiratif

5 Tahun Lumpuh, Siapa Sangka Wanita Ini Sembuh Saat Menunaikan Haji

Inspiratif

Cerita Pasien Corona di Malaysia: Saya Sangat Kesakitan dan Mengira Akan Mati
UAS bagikan APD

Inspiratif

UAS Bagikan 400 APD. Nakes Histeris: Ustadz .. Ustadz .. Terima Kasih, Ustadz

Inspiratif

Sempat Kelaparan, Rezeki Wanita Ini Mengalir setelah Perbaiki Sholat dan Sholawat

Inspiratif

Hebat! Tolak Sembako dari Pemerintah, Warga: Tuhan Kasih Saya 10 Jari untuk Berusaha

Inspiratif

Bikin Terharu! Dua Lansia Bawa Uang ke Ganjar, Tawarkan Diri jadi Sukarelawan