Home / Kesehatan

Kamis, 5 Maret 2020 - 05:35 WIB

Ini Tiga Perbedaan Penyeberan Virus Corona Gelombang Pertama dan Kedua

BERITAWAJO.COM – Wabah virus corona akan memasuki tahap gelombang kedua. Ada perbedaan besar antara penyebaran yang ada sekarang dengan penyebaran gelombang kedua

Perbedaan pertama, angka penularan di daratan Cina sangat tinggi sementara di negara lain masih rendah. Di gelombang kedua berlaku sebaliknya.

“Kemarin saya lihat lagi datanya ada 20 negara baru yang baru melaporkan ada kasus di negara itu. Ada 20 negara baru, artinya kita tahu ini menyebarnya cepat sekali,” kata Yurianto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

Sampai Rabu ini, tercatat ada 76 negara yang melaporkan kasus virus Corona. Negara- negara tersebut tersebar di Asia, Eropa hingga Amerika.

Perbedaan kedua, terjadi perubahan gambaran klinis dari infeksi ini. Bila di gelombang pertama ada masa inkubasi selama 14 hari, penderita mengalami gejala demam, batuk dan sesak, maka di gelombang kedua berbeda.

Yurianto menjelaskan di gelombang kedua ini beberapa kasus menunjukkan masa inkubasinya pun bisa lebih lama. Kasus ini yang kemudian publik menyebutnya sebagai ‘kebobolan’. “Dianggap 14 hari (observasi) sudah negatif, boleh pulang, ternyata munculnya di hari ke-20 atau ke-21 dan menular ke mana-mana karena di hari ke-14 sudah tidak diawasi,” ujarnya.

Selain itu, kata Yurianto, ada kasus dengan gejala yang minimal bahkan asimtomatis atau tanpa gejala. “Pasti ke mana-mana lolos (pemeriksaan suhu tubuh). Ini yang bisa dipakai menjelaskan kenapa sumber kontak di klaster (klub dansa) Amigos itu tidak ke-detect di bandara karena tanpa keluhan,” ujarnya.

Perbedaan ketiga, rasio kematian akibat virus Corona di gelombang kedua ini justru menurun. “Kalau dulu 3 persen, sekarang 2 persen,” kata Yurianto.

Yurianto meminta publik tidak khawatir. Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh terjaga sehingga tidak tertular COVID-19.

Sumber data: tempo

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Iuran BPJS Turun. Bagaimana Kelebihan Iuran BPJS pada Bulan April Lalu?

Kesehatan

Mencapai Angka 309 Terpapar Corona, Dua Orang Sulsel. Siapa Orangnya?

Kesehatan

Studi Harvard : Social Distancing Diperlukan Hingga 2022 untuk Setop Virus Corona

Kesehatan

Pemerintah: Kasus Positif Corona di DKI Mulai Melambat, Saat ini Sudah Flat

Kesehatan

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto; Corona Tidak Seganas H5N1 dan Flu Burung

Kesehatan

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Sampai Rp150 Ribu per Orang, Lewat Perpres 64/2020.

Kesehatan

214 Pedagang Pasar Tradisional Positif COVID-19

Kesehatan

Breaking News: Bertambah 13, Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 19 Orang