Home / Kesehatan

Senin, 20 April 2020 - 18:35 WIB

Ini Jawaban Ilmuwan Terkait Virus Corona yang Sering Ditanyakan

Virus Corona menyebar dengan begitu pesat. Kini total 2,4 juta orang terinfeksi virus tersebut dan 165 ribu orang meninggal dunia. Setelah lima bulan sejak merebaknya kasus ini di Wuhan, China pada Desember silam, ilmuwan masih berusaha keras menemukan fakta dan obat dari virus tersebut.

Dikutip dari The Guardian, berikut ini adalah beberapa hal yang sejauh ini sudah diketahui oleh para ilmuwan:

Dari mana asalnya dan bagaimana bisa menginfeksi manusia?

Kemungkinan dari mana asal muasal Sars-Cov-2 ini masih cukup jadi perdebatan, namun dugaan dari penularan dari kelelawar adalah yang paling banyak dipercaya. Virus ini dapat dengan cepat menyebar pada inang baru mereka termasuk hewan lainnya.

Sebagian besar bukti menunjukkan bahwa virus Corona mulai menginfeksi manusia melalui spesies perantara, seperti trenggiling. Reseptor Ace-2 adalah yang ‘membantu’ virus Corona masuk ke dalam sel inangnya.

Baca  Sempat Dinyatakan Sembuh, Pria Ini Meninggal Karena Corona

“Virus ini mungkin melompat dari kelelawar ke hewan lain, dan bahwa hewan lain itu mungkin dekat manusia, kemungkinan dari pasar,” kata virolog Profesor Edward Holmes dari Sydney University.

Adapun penularan virus Corona, yang terjadi ketika tetesan air yang mengandung virus dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi dalam batuk atau bersin.

Mengapa virus Corona bisa membuat orang meninggal?

Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia, menimbulkan gejala yang ringan atau mungkin tanpa gejala apapun. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Baca  Ada Teori Bahaya Corona, Jika Diterapkan di RI Satu Generasi Lenyap

Ketika virus menginfeksi saluran respirasi dan paru-paru. Semakin banyak sel yang rusak dan paru-paru menjadi penuh dengan sel yang rusak. Dalam kasus ini, pasien akan memerlukan perawatan intensif.

Dalam beberapa kasus, ini menyebabkan peradangan paru-paru. Ada kemungkinan, beberapa orang memiliki versi reseptor Ace-2 yang sedikit lebih rentan terhadap serangan dari virus Corona dibanding kebanyakan orang.

Sudah terinfeksi COVID-19 berarti terlindungi seumur hidup?

Para dokter yang memeriksa pasien pulih dari infeksi COVID-19 menemukan tingkat antibodi yang cukup tinggi dalam darah mereka. Antibodi ini dibuat oleh sistem kekebalan tubuh, dan melapisi virus yang menyerang pada titik-titik tertentu, menghalangi kemampuannya untuk masuk ke dalam sel.

Baca  Corona di RI Diprediksi Tak Mungkin Selesai Tahun Ini, Karena PSBB Tak Efektif

Ahli virus Mike Skinner dari Imperial College London mengatakan antibodi ini tentu saja akan memberikan perlindungan dari ancaman infeksi.

“Tetapi kita harus mencatat bahwa kemungkinan perlindungan ini tidak akan terjadi seumur hidup,” ujarnya. Sebaliknya, sebagian besar ahli virus percaya bahwa kekebalan terhadap COVID-19 hanya akan bertahan satu atau dua tahun.

Kapan vaksin virus Corona tersedia?

Berdasarkan laporan dari jurnal Nature, sudah ada 78 proyek vaksin yang diluncurkan di seluruh dunia. 37 di antaranya dalam tahap pengembangan. Banyak pengembang yang mengatakan bahwa mereka mulai melakukan uji klinis pada manusia di tahun ini.

Vaksin COVID-19 pun dikebut habis-habisan oleh banyak ilmuwan sehingga diharapkan bisa dipatenkan dalam waktu dekat. (detik)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Waspada! Perokok Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

Kesehatan

Jangan Asal Cuci, Begini Cara Bersihkan Masker Kain yang Benar

Kesehatan

Ternyata Segini Jumlah Korban Virus Corona Menurut Worldometer

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

Kesehatan

Kabar Buruk! 100 Karyawan Sampoerna Surabaya Positif Covid-19 Hasil Rapid Test

Kesehatan

Antisipasi Wabah Corona, Ini Cara memakai Masker yang Benar

Kesehatan

Mantap! Bertambah 285, Pasien Corona Sembuh Terbanyak Hari Ini

Kesehatan

Dokter Klaim Virus Corona COVID-19 Menular Lewat Kentut