Home / Kesehatan

Senin, 30 Maret 2020 - 07:06 WIB

Ini Bahaya Saat Menggunakan Hand Sanitizer Berlebihan!

BERITAWAJO.COM – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah memaksimalkan upaya untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona sebagai penyebab penyakit Covid-19 melalui berbagai langkah, salah satunya adalah mengkampanyekan gerakan cuci tangan dengan air yang mengalir menggunakan sabun.

Hal itu penting dilakukan mengingat kuman dan virus paling mudah menempel di area tangan pada aktivitas tertentu. Selain cuci tangan memakai sabun, hal lain yang juga dianjurkan adalah menggunakan cairan pembunuh kuman dan virus seperti hand sanitizer.

Baca  Mantap! Bertambah 285, Pasien Corona Sembuh Terbanyak Hari Ini

Akan tetapi cairan hand sanitizer bisa digunakan apabila tidak ada pilihan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan antiseptik sebagai hand sanitizer dapat digunakan bila tidak ada sabun,” ujar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, di Media Center Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3).

Baca  Heboh Anies Larang Suami Istri Berhubungan Intim, Eh Gak Taunya...

Perlu diketahui bahwa dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan cairan antiseptik dalam bentuk hand sanitizer dapat digunakan, namun dengan penggunaan yang tidak berlebihan. Agar tidak menyebabkan iritasi kulit.

Selain itu, menggunakan cairan hand sanitizer harus berhati-hati, karena mengandung bahan yang mudah terbakar. Utamanya bagi yang merokok atau sedang bekerja di dapur.

“Tetapi (penggunaaanya) tidak berlebihan agar tidak menimbulkan iritasi kulit dan harus berhati-hati karena mengandung bahan yang mudah terbakar,” imbuh Wiku.

Baca  Awas Ada Bahaya Kencing Berdiri Bagi Laki-Laki!

Kemudian, upaya lain yang dapat mencegah terjadinya infeksi virus juga dapat dilakukan dengan menjaga diri untuk tidak menyentuh area wajah, terutama mata, hidung dan mulut.

“Metode pencegahan melalui rajin mencuci tangan akan lebih maksimal bila diikuti dengan menghindari menyentuh area wajah, yaitu mata, hidung, dan mulut,” tutup Wiku

Artikel ini telah tayang di Rmol.id

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Ngeri! Hasil Studi: Kasus Corona di Indonesia Sebenarnya Mencapai 34.300 Pasien

Kesehatan

Ramuan Penyakit Jantung ala Rasulullah saw

Kesehatan

TKW dari Hong Kong Sendiri Heran, Kok Tak Diperiksa Kesehatan di Bandara Juanda

Islam

UAS; Jangan Karena Corona Kita Benci Suku!

Kesehatan

Ada Teori Bahaya Corona, Jika Diterapkan di RI Satu Generasi Lenyap

Kesehatan

Pemerintah: Sebelum Ada Vaksin, Wabah COVID-19 Belum Berakhir

Kesehatan

Penyakit Alzheimer? Jangan Takut, Tempe Obatnya!

Kesehatan

Studi Harvard : Social Distancing Diperlukan Hingga 2022 untuk Setop Virus Corona