Imigrasi Jemput Bola Ajak Masyarakat Desa Bikin Paspor

Imigrasi Jemput Bola Ajak Masyarakat Desa Bikin Paspor
Petugas Imigrasi membawa sejumlah paspor. (ilustrasi)

BERITAWAJO.COM – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cirebon membuka pelayanan pembuatan paspor untuk masyarakat di perdesaan. Program Imigrasi Masuk Desa di Kabupaten Indramayu, Senin (11/3) ini merupakan yang pertama di Indonesia. Dari 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, layanan itu dilaksanakan di sembilan titik. Setiap titik, mencakup tiga sampai empat kecamatan.

Kesembilan titik itu yakni di Kantor Kecamatan Indramayu yang melayani masyarakat Kecamatan Indramayu, Pasekan dan Sindang (11-12 Maret), Kantor Kecamatan Tukdana yang melayani masyarakat Kecamatan Tukdana, Widasari dan Bangodua (14-15 Maret), serta Kantor Kecamatan Patrol yang melayani masyarakat Kecamatan Patrol, Sukra dan Kandanghaur (18-19 Maret). Selain itu, di Kecamatan Gabuswetan yang melayani masyarakat Kecamatan Gabuswetan, Bongas dan Kroya (21-22 Maret), Kantor Kecamatan Lelea yang melayani masyarakat Kecamatan Lelea, Cikedung, Terisi dan Losarang (25-27 Maret), dan Kantor Kecamatan Kertasemaya yang melayani masyarakat Kecamatan Kertasemaya, Jatibarang, Sliyeg, dan Sukagumiwang (1-3 April).

Lokasi lainnya adalah di Kantor Kecamatan Cantigi yang melayani masyarakat Kecamatan Cantigi, Arahan, dan Lohbener (11-12 April), Kantor Kecamatan Haurgeulis yang melayani masyarakat Kecamatan Haurgeulis, Anjatan, dan Gantar (14-15 April) serta Kantor Kecamatan Karangampel yang melayani masyarakat Kecamatan Karangampel, Kedokanbunder, Juntinyuat, Balongan dan Krangkeng (25-27 April).

Berdasarkan pantauan Republika di Kantor Kecamatan Indramayu, Senin (11/3), antusiasme warga untuk membuat paspor dalam program tersebut sangat tinggi. Meski pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cirebon hanya menyediakan kuota 40 orang, namun warga yang datang lebih dari 40 orang. Di antara mereka juga ada yang sudah datang sebelum pukul 07.00 WIB.

Bupati Indramayu, Supendi, menyambut baik dilaksanakannya program tersebut. Dia menyatakan, program itu memberi kemudahan bagi warganya yang hendak mengurus pembuatan paspor.

“Meski kuotanya hanya untuk 40 orang, tapi yang datang ternyata lebih dari 40 orang. Ini menandakan respon masyarakat sangat tinggi,” ucap Supendi

Demikian berita ini dikutip dari REPUBLIKA.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.