Home / Kesehatan

Jumat, 27 Maret 2020 - 13:59 WIB

Ikatan Dokter Indonesia Protes dan Mengancam Mogok Tangani Pasien Corona

Petugas yang mengenakan APD melayani warga yang mengikuti rapid test virus Corona di Puskesmas Pengasinan, Depok, Jawa Barat, 27 Maret 2020. Pemkot Depok menggelar rapid test di 11 puskesmas.TEMPO/Nurdiansah

Petugas yang mengenakan APD melayani warga yang mengikuti rapid test virus Corona di Puskesmas Pengasinan, Depok, Jawa Barat, 27 Maret 2020. Pemkot Depok menggelar rapid test di 11 puskesmas.TEMPO/Nurdiansah

BERITAWAJO.COM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah organisasi profesi lain menyampaikan protes kepada pemerintah karena alat pelindung diri (APD) yang tak memadai bagi para dokter, perawat dan tenaga medis yang terlibat dalam penatalaksanaan pasien dalam kondisi wabah Corona.

Selain menyampaikan protes, sejumlah organisasi profesi ini bahkan mengancam mogok melakukan perawatan penanganan terhadap pasien COVID-19, jika pemerintahan tidak memenuhi APD yang dibutuhkan.

“Setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular COVID-19. Maka, kami meminta terjaminnya Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan,” demikian bunyi surat pernyataan yang diteken Ketua IDI, Daeng M Faqih, Jumat, 27 Maret 2020.

Baca  Pasien Corona Bukan Orang Pertama yang Mengetahui Dirinya Terinfeski, Lalu Siapa?

“Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien COVID-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat.”

Dalam surat tersebut, Daeng menyebut, tak terpenuhinya APD bagi dokter, perawat, dan tenaga medis memungkinkan tenaga kesehatan yang terjangkit COVID-19 semakin meningkat bahkan sebagian meninggal dunia.

Baca  Biaya Perawatan Pasien Corona di RS Swasta Hingga Rp500 Juta

“Sejawat yang tertular COVID-19, selain akan jatuh sakit, akan berdampak pada terhentinya pelayanan penanganan kepada pasien serta dapat menularkan kepada pasien”.

Sekretaris Eksekutif PB IDI Dien Kuswardani membenarkan adanya surat tersebut. Dia menyebut, pernyataan tersebut disepakati dengan beberapa organisasi profesi lainnya seperti; Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia, dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Senin lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan pemerintah sudah mendapatkan 105 ribu APD yang siap didistribusikan ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Baca  Akar Masalah BPJS Kesehatan Bukan Iuran, Tapi Salah Kelola

Rinciannya, 45 ribu unit didistribusikan untuk DKI Jakarta, Bogor dan Banten. Sebanyak 40 ribu unit didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta dan Bali. Sementara 10 ribu unit akan didistribusikan di luar Jawa dan 10 ribu unit disimpan sebagai cadangan. Namun, kenyataannya, sejumlah rumah sakit masih mengeluhkan kekurangan APD.

Sumber

Share :

Baca Juga

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

Kesehatan

Jubir Penanganan Corona; 227 Spesimen Diduga Terjangkit, 13 Diduga Kuat Positif!

Kesehatan

Perjuangan Dokter Tangani Pasien Corona Akui Sempat Demam, Lelah dan Stres

Kesehatan

Breaking News: Positif Corona Bertambah 2, Kini Berjumlah 6 Orang!

Global

Terungkap, Ternyata Pasar Inilah Asal Muasal Virus Corona

Kesehatan

Penyakit Alzheimer? Jangan Takut, Tempe Obatnya!

Kesehatan

Jumlah Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah, Total 27 Orang

Kesehatan

Prediksi Ilmuwan: Puncak Corona RI Mei, Harus Berhenti 10 Juni 2020