Home / Kesehatan

Minggu, 22 Maret 2020 - 19:07 WIB

IDI: Dokter Gelisah Pemerintah Tak Transparan Soal Data Corona

BERITAWAJO.COM – Sejumlah tenaga medis, baik dokter atau juga perawat menjadi korban COVID-19. Beberapa di antara mereka meninggal dunia.

Menanggapi hal itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) justru mempertanyakan transparansi pemerintah mengenai berapa jumlah tenaga medis yang positif virus corona.

“Karena data itu ada di pemerintah dan Pak Yuri (Ahmad Yurianto) itu memang diserahi untuk jadi juru bicara untuk COVID-19 ini, jadi dan itu saya amat menyesalkan data itu enggak dibuka karena teman-teman dokter itu jadi gelisah kalau transparansi ini enggak ada,” Ketua Satgas COVID-19 IDI, Zubairi Djoerban kepada wartawan, Minggu (22/3).

Baca  Putra Tjahjo Kumolo Positif Mengidap Virus Corona

Menurut dia, hingga kini IDI belum mendapatkan data mengenai jumlah tenaga medis yang positif virus corona termasuk tenaga medis yang masuk dalam pasien dalam pengawasan (PDP).

“Dokter paru di Medan confirm covid dan meninggal, dokter paru di Jakarta PDP, dokter bedah di Jakarta PDP, dokter THT di Jakarta PDP, spesialis syaraf di Jakarta confirm covid, dokter gigi di Jakarta PDP, perawat di Jakarta meninggal, kemudian ada beberapa peserta program studi dokter yang sedang ngambil spesialis itu mereka tapi data internal kami,” ujarnya.

Baca  JK Prediksi Normal Baru Bisa Minimal Tiga Tahun Kedepan, Begini Hitungannya

Ia mengatakan sejauh ini data yang masuk mengenai berapa jumlah tenaga medis yang postif corona maupun PDP hanya berupa laporan dari beberapa pihak, belum ada kepastian data dari pemerintah

“Tapi kalau yang PDP atau positif. tapi kalau yang masa PDP beberapa hari lalu belum keluar datanya. nah harusnya pdp itu sudah ada kepastian. tapi ini memang bukan data solid, internal kami dapatnya itu saja berdasarkan laporan yang masuk ke IDI di satgas,” kata dia.

Baca  Pemerintah: Kasus Positif Corona di DKI Mulai Melambat, Saat ini Sudah Flat

Sebelumnya, melalui Jubir Penanganan Corona, Achmad Yurianto pemerintah menyampaikan bela sungkawa.

“Pertama pemerintah prihatin, duka cita yang mendalam, sedalam-dalamnya atas beberap tenaga kesehatan yang terpaksa menjadi korban COVID-19,” kata Yurianto, dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Minggu (22/3).

Sumber

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Beban Rumah Sakit Makin Berat, Korban Positif Covid-19 Sudah 9.096 Orang

Kesehatan

Sering Dikomplain, 4 Keluhan Ini Kerap Dialami Pasien Pengguna BPJS Kesehatan

Kesehatan

Khasiat Dasyat Air Rendaman Kurma Atau Kismis (Nabeez)

Global

Respons Tiongkok soal Rencana Indonesia Setop Impor

Kesehatan

Menurut Ilmuwan, Corona Ternyata Berubah Menjadi Dua Tipe

Global

1.247 Warga Tiongkok Dapat Izin Tinggal Terpaksa di Indonesia, 118 WNA Ditolak Masuk

Kesehatan

Pulang Umrah Pria Ini Dirujuk Ke RS dengan Peralatan Lengkap dan Petugas Berbaju Astronout

Islam

Terkait Wabah Virus Corona, UAS Mengajarkan Doa dan Memberikan 4 Pesan