Home / Islam

Rabu, 18 Maret 2020 - 06:46 WIB

Hukum Shaf Renggang dalam Shalat Berjamaah Karena Takut Covid 19

BERITAWAJO.COM – Bagaimana hukum merenggangnya shaf sholat berjamaah di suatu masjid. Beredar video shalat jamaah yang memperlihatkan renggangnya shalat karena takut virus Covid 19.

Lalu bagaimana hukumnya merenggangkan shaf sholat berjamaah karena takut virus corona (COVID-19)? Kepala Hubungan Masyarakat dan Protokol Masjid Istiqlal Ustadz Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan, dalam keadaan darurat merenggangkan shaf sholat hukumnya mubah atau diperbolehkan.

“Dalam keadaan darurat yah enggak apa-apa. Apalagi menjadikan shaf rapat dan lurus itu kan bukan suatu yang prinsip dalam agama. Hal yang prinsip saja boleh ditiadakan kok ketika dalam keadaan darurat,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (18/3/2020).

Baca  Karena Anies, Ancol Resmi Jadi Lokasi Museum Rasulullah saw Terbesar Dunia

Lebih lanjut, kata Abu, dalam salah satu kaedah fikih menyebutkan tentang kebolehan tentang melakukan sesuatu dalam keadaan darurat, yaitu:

الضَّرُوْرَاتُ تُبِيْحُ المحْظُوْرَات

Artinya: “Keadaan darurat membolehkan suatu yang terlarang.”

Allah SWT berfirman:

فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ

fa maniḍṭurra gaira bāgiw wa lā ‘ādin fa lā iṡma ‘alaīh

Artinya: “Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.”

Baca  Jika Tak Diintervensi, 1.046 ODP Akan Mudik dari Jakarta

Sedangkan di Masjid Istiqlal sendiri, lanjut Abu, belum ada imbauan atau intruksi merenggangkan shaf sholat ketika sedang berjamaah. “Belum ada instruksi imam besar untuk merenggangkan shaf,” ucapnya.

Sementara menurut dai kondang Indonesia Ustadz Azhari Nasution, terkait dengan merapatkan shaf sholat, para ulama sendiri banyak yang berbeda pendapat soal hukumnya.

Para ulama fikih selain berbeda tentang standar merapatkan shaf, mereka juga berbeda soal status hukumnya. Ada ulama yg berpendapat wajib seperti Ibnu Hazm, ada juga yg mnghukuminya sekadar sunah seperti Ibnu Batthal dan Ibnu Daqiq al ‘id.

Baca  Viral Kisah Haru Korban PHK Corona: Tinggal di Becak Bersama Istri dan Anak 13 Bulan

Kata Azhari, jika dalam keadaan darurat seperti dikhawatirkan virus corona menular lebih luas, merenggangkan sholat saat berjamaah diperbolehkan. Hal ini dilakukan demi kemaslahatan umat agar terhindar dari sumber penyakit tersebut.

“Karena dikhawatirkan bisa mendatangkan keburukan, maka boleh merenggangkannya. Bahkan lebih jauh dari itu, orang yang mengalami gejala virus corona dia boleh sholat tidak berjamaah dan di rumah, tidak perlu ke masjid,” pungkasnya.

Sumber

Share :

Baca Juga

Islam

Mengapa Sehabis Menikah Perempuan Lain Semakin Cantik Dibanding Istri Sendiri?

Islam

Naudzubillah! Ini Tanda Kiamat yang Sudah Muncul di Indonesia

Islam

Jenazah Korban Corona Banyak Ditolak, Habib Rizieq Menyerukan Hal Ini Kepada Umat Islam! 

Islam

KH. Marfu Muhyidin Ilyas, Mengungkap Prediksi Corona Berdasarkan Perspektif al-Quran

Islam

Akun IG UAS; yang Real Radikal Itu Corona Bukan UAS

Islam

MUI Minta Video Santri Berpeci Puisi Paskah Ditelusuri

Islam

Mengapa Jasad Nabi, Sahabat dan Para Syuhada Tetap Harum? Ini Jawabannya

Islam

Hukum Islam, Syariat dan Fikih, Apa Perbedaannya?