Home / Nasional / Pemerintah

Minggu, 9 Februari 2020 - 09:00 WIB

Honorer K2 Minta Passing Grade Turun, Pati Sunandar: Namanya Makin Tua, Daya Ingat Berkurang

BERITAWAJO.COM, Honorer K2 yang tidak lulus maupun belum ikut tes PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), meminta pemerintah memberikan kebijakan khusus bagi mereka. Mereka meminta agar passing grade PPPK diturunkan.

“Jangan hanya CPNS yang diturunkan passing gradenya. PPPK juga harus biar adil,” kata Koordinator Honorer K2 Kabupaten Pati Sunandar kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Minggu (9/2).

Baca  Oknum Mahasiswi Tawarkan Temannya ke Lelaki Hidung Belang, Tarif Rp700 Ribu Kencan Singkat


Foto Istimewa

Selain passing grade, soal-soal yang diujikan diminta dibikin lebih mudah dari tahun lalu. Sebab, yang ikut tes nanti honorer K2 dengan usia makin tua.

“Namanya makin tua, daya ingat berkurang. Kalau soalnya dibuat susah banyak yang tidak akan lulus,” ucap guru pendidikan agama Islam ini.

Sunandar menambahkan, sejatinya honorer K2 berharap tidak ada tes lagi terutama bagi yang sudah pernah ikut rekrutmen PPPK pada Februari 2019. Apalagi banyak guru honorer K2 yang memiliki sertifikat pendidik tidak lulus.

Baca  THR ASN Dipotong, Pemerintah Hemat Belanja Rp 5,5 Triliun

Dia berharap, bagi guru bersertifikat pendidik mendapatkan prioritas dalam rekrutmen PPPK tahap dua. “Mudah-mudahan kami yang tahun lalu tidak lulus bisa jadi prioritas. Seleksinya dibuat formalitas saja,” katanya.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Said Iqbal: Jangan Halangi Puluhan Ribu Buruh Demo 30 April

Nasional

Soal Desa yang Tak Salurkan BLT, Kemendes Akan Berikan Sanksi

Nasional

Kutip Pejabat AS, Jokowi : Suhu Tinggi Perpendek Hidup Corona

Nasional

Bantah Faktor Kemiskinan, Keluarga: Kakek Ambo Tang Menghilang Sebelum Ditemukan Meninggal

Nasional

Kata UAS ke Anies: Maaf Tak Bisa Bela di Medsos, Saya Juga Babak Belur

Nasional

Din: Umat Islam Tak Perlu Balas Konser dengan Buka Masjid

Nasional

Tragis! Ketua RT dan Warga Palembang Berteriak Usir Perawat RS Siloam

Nasional

Sandi Desak Lockdown: Ekonomi Bisa Dinegosiasikan, Nyawa Tak Diperdebatkan