Home / Nasional

Minggu, 3 Mei 2020 - 22:30 WIB

Ganjar Tuding PNS Tidak Punya Spirit Berbagi saat Negara dalam Kondisi Krisis, Gaji Dipotong Protes

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan pemotongan gaji aparatur sipil negara alias PNS kepada pemerintah pusat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional pada Kamis (30/4/2020). Alasannya, untuk menghadapi pandemi corona, salah satu kekuatan besar yang dimiliki negara ini mesti turun gunung, yaitu para PNS.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan merelokasi dan merealokasi anggaran untuk penanganan agar semakin banyak masyarakat diselamatkan. Bahkan di level provinsi, dialokasikan anggaran Rp2,2 triliun untuk mengurangi dampak pandemi.

Namun, Ganjar tidak tahu pasti apakah dana sebesar itu mencukupi.

“Saya khawatir, yang diprediksi Juni selesai, justru di Jateng baru sampai puncak, apalagi seperti yang disampaikan Pak Yuri dari Gugus Tugas, Semarang bisa jadi episentrum baru karena transmisi lokal telah terjadi,” kata Ganjar pada Sabtu (2/5/2020).

Untuk itu, Ganjar mengemukakan semua pihak mesti turun tangan untuk menambal kemungkinan kekurangan dalam penanganan Covid-19, dari sisi anggaran salah satunya karena untuk skala nasional dibutuhkan anggaran yang sangat besar.

Baca  Honorer Beralih Status Magang, Nasib Gajinya Seperti Ini

Sebagai gambaran, untuk sekelas Jawa Tengah saja, Ganjar harus menyisir anggaran sebesar Rp2,2 triliun. Ganjar menilai salah satu kekuatan yang bisa memberi kontribusi sangat besar pada sisi itu adalah PNS.

“Kemarin di Musrenbang saya usulkan agar ada pemotongan gaji atau pendapatan yang bisa kita berikan kepada rakyat. Nah bagaimana sensitivitas bisa kita berikan dalam kondisi seperti ini?” kata Ganjar.

Sebenarnya yang Ganjar harapkan dari pemotongan gaji ASN adalah spirit berbagi saat negara dalam kondisi krisis.

Oleh karena itu, dalam Musrenbang tersebut, untuk pemotongan pendapatan Ganjar mengambil contoh ASN golongan tiga. Dengan penyebutan contoh tersebut, Ganjar berharap seluruh ASN apa pun golongan dan jabatannya terketuk untuk berempati.

Baca  Besaran Gaji PPPK, Ini Kabar Bahagia dari Menkeu Sri Mulyani

“Sebenarnya bukan soal golongannya, bukan persentasenya. Kalaulah soal gradual bisa dilakukan, dimulai saja dari pejabatnya dulu. Maka tadi ada yang nanya, gubernur berani tidak gajinya dipotong 85 persen. Maaf, untuk gaji tidak pernah saya ambil sejak 2013, saya kembalikan,” kata Ganjar dikutip bisnis.com.

Bahkan Ganjar menegaskan jangankan sekadar gaji, seluruh pendapatnya pun siap dipotong untuk penanganan Covid-19. Asumsi Ganjar, jika seluruh kepala daerah, bahkan sampai pusat juga punya komitmen seperti itu pasti akan memberi energi positif pada penanganan Covid-19 dan akan diikuti oleh jajarannya.

Ganjar mengatakan dengan langkah demikian betapa banyak kebutuhan masyarakat yang bisa tercukupi.

“Ini untuk menunjukkan komitmen, tidak perlulah kita bicara 1 tahun, tapi 1 bulan, 2 atau 3 bulan itu sudah bagus kita untuk mengkontribusikan itu. Jika problem yang ada di masyarakat bisa di-insert dengan rasa kemanusiaan dan persatuan yang kita miliki, masyarakat bisa merasakan kita hadir.”

Baca  Adhie Massardi: Strategi Lawan Covid-19 Harus Diganti, Pakailah Jurus Nabi Nuh Dan Yusuf!

Meski ada yang sepakat, Ganjar pun tidak memungkiri ada sebagian pihak yang menolak usulannya tersebut. Pemerintah pusat pun juga belum memberi tanggapan untuk hal itu. Tapi, karena sebagai masukan, Ganjar berharap usulan itu dipertimbangkan betul-betul agar jadi pemicu semangat untuk berempati dalam kondisi yang sulit diperkirakan.

“Empati intinya. Kita tunjukkan profesionalisme. Jangan lagi nanti bicara soal distribusi yang repot. Kan yang ngurus data kita, tugas dan kerjaan kita. Maka ayo tunjukkan itu. Kita tunjukkan bahwa ya kita profesional. Artinya sensitivitas ini mesti kita bangun sebagai anak-anak bangsa secara bersama-sama,” paparnya. (bl)

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Surat Terbuka Ade Muhammad ke Jokowi: Darurat Militer Sekarang Juga!

Nasional

Instruksi Presiden Joko Widodo, DKI Jakarta Dipastikan Tidak di-Lockdown

Nasional

Dugaan Korupsi Asabri, Ini Agenda Erick Thohir ke Prabowo dan Mahfud MD

Nasional

DPR Minta Kenaikan Iuran BPJS Ditunda, Sri Mulyani Beri Sinyal “Tidak”

Nasional

Jubir: Gugus Tugas Covid-19 Tak Dilibatkan Bikin Kajian Buka Mal hingga Sekolah

Nasional

Surati Camat Minta Perusahaannya Didukung Lawan Corona, Stafsus Jokowi Minta Maaf

Nasional

Pilpres 2024, Gerindra Diprediksi tak Usung Anies Baswedan

Nasional

Kurangi Risiko Tenaga Medis Tertular Covid-19, Jokowi Minta Warga Berobat Online