Home / Daerah

Kamis, 2 April 2020 - 15:18 WIB

Gak Ribet! Anies Akan Memberikan Bantuan Rp 1 Juta per Bulan Buat Warga Miskin di Tengah Wabah Corona,

BERITAWAJO.COM – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkap bantuan senilai Rp 1 juta rupiah per keluarga akan dikucurkan ke warga miskin dan rawan miskin di Jakarta yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Hal ini terungkap dalam rapat virtual Anies bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kamis, 2 April 2020. Anies berharap eksekusi bantuan sosial sebagai salah satu langkah penanganan pandemi corona atau Covid-19 di Jakarta bisa segera terlaksana.

“Kita mengharapkan agar program bantuan yang tadi dibahas bersama dalam rapat terbatas, itu bisa segera dieksekusi. Dalam catatan kita pak wapres, ada 3,7 juta orang yang dalam posisi miskin dan rentan miskin. Mereka terdampak cukup serius dan perlu ada dukungan untuk bisa membiayai kehidupan di Jakarta,” ujarnya.

Baca  Ketika Ijtimah Jamaah Tabligh Batal dan Pelantikan Uskup Baru Ruteng di NTT Tetap Digelar

Anies menjelaskan lebih lanjut bahwa pihak Pemprov DKI Jakarta telah mendiskusikan hal ini bersama pemerintah pusat terutama Kementerian Sosial. Bahwa 3,7 juta keluarga ini akan diberikan bantuan sejumlah Rp 1 juta rupiah per bulan, selama dua bulan ke depan.

Namun demikian, Anies menyebut progres terkini ada pada pendataan keluarga rawan miskin yang anggaran bantuannya sebagian ikut ditanggung pemerintah pusat.

“Kita perlu waktu untuk mengidentifikasi kelompok rentan miskin. Kalau masyarakat miskin di Jakarta itu jumlahnya ada 1,1 juta, mereka sudah teridentifikasi by name, by adress di Jakarta ini karena mereka selama ini dapat bantuan dari kita,” jelas Anies.

Baca  Khawatir Virus Corona, Presiden Filipina Pecat Pejabat yang Mengizinkan Warga China Masuk ke Negaranya

Dalam proses pendataan, Anies mengerahkan unsur masyarakat seperti PKK dan Dasa Wisma, terutama kawasan RT/RW padat penduduk lewat program Jakarta Satu. Anies pun menjanjikan target kepada Ma’ruf, bahwa pendataan ini rampung sekitar 10 hari ke depan.

“Mereka ini misalnya pengemudi ojek atau pedagang bakso, pedagang pedagang kaki lima. Mereka selama ini memiliki pendapatan. Tapi begitu ekonomi mengalami kontraksi, mereka langsung kehilangan pendapatan. Nah, inilah yang saat ini sedang dikumpulkan datanya,” tambah Anies.

Anies mengungkapkan bahwa pembicaraan terakhirnya bersama kementerian terkait, menyepakati bahwa pemerintah pusat akan ikut menangani anggaran bantuan sebesar Rp 880.000 per warga rawan miskin yang belum masuk ke data Pemprov DKI Jakarta, atau sekitar 2,6 juta keluarga.

Baca  Heboh Wakil Bupati di Aceh Ancam Bunuh Bupatinya Gegara Proyek Rp 17 Miliar

Artinya, pemerintah pusat akan ikut menggelontorkan dana sebesar Rp 4,567 triliun selama dua bulan dari total jumlah beban pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta, yakni mencapai Rp 7,4 triliun untuk 3,7 juta keluarga.

“Secara jumlah terselesaikan. Ini juga bersama dengan Menko Kemaritiman. Tetapi yang belum selesai adalah data tentang siapanya [yang mendapat bantuan]. Jadi angkanya sudah disepakati, kemudian besarannya juga sudah, tapi datanya itu yang kita masih dalam proses,” ujar Anies.

Sumber

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Jadi Imam dan Khatib Salat Idul Fitri, Jawaban Bupati Karanganyar di Grup WhatsApp

Daerah

Ketika Ijtimah Jamaah Tabligh Batal dan Pelantikan Uskup Baru Ruteng di NTT Tetap Digelar

Daerah

Orang Tanpa Gejala Tapi Positif Corona Diprediksi Banyak di Makassar

Daerah

Tolak Dijemput Paksa, Pasien Positif Covid-19 di Tasik Mengamuk Ke Petugas
Istri Antar Suami Nikah

Daerah

Viral, Istri Pertama di Sulsel Antar Suami Nikah Lagi

Daerah

Pemprov Jatim Izinkan Masjid Gelar Salat Id Berjemaah di Masjid

Daerah

Bupati Sumbawa Barat: Masjid Itu sudah Bersih, Suci Lagi. Pasar Dulu Ditutup Baru Masjid

Daerah

Panas! Rapat Pembahasan PSBB, Risma Meninggalkan Ruangan Tak Balik Lagi