Home / Nasional

Sabtu, 28 Maret 2020 - 12:46 WIB

Faisal Basri Heran Banyak Menteri ‘Jegal Gubernur Anies’ Agar Tidak Lockdown Jakarta

BERITAWAJO.COM – Wilayah-wilayah terbanyak korban keganasan virus corona atau Covid-19 diharapkan segera dilakukan lockdown oleh pemerintah, terutama DKI Jakarta.

Karena itu, pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri Jenderal Tito Karnavian dan kementerian lainnya yang terkesan melarang Pemprov DKI Jakarta mengupayakan lockdown dengan menyambangi Balai Kota, sangat disayangkan.

Demikian disampaikan ekonom senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri dalam acara “Indef Talk” melalui siaran langsung Instagram, Jumat (27/3).

Baca  Ngabalin: Kenaikan Iuran BPJS untuk Menjaga Anu….

“Kondisi kita kalau dipreteli satu-satu tidak ada opsi kecuali lockdown,” kata Faisal Basri.

“Jakarta epicentrum (Covid-19) tapi tenang-tenang saja. Mungkin karena itu kepala daerah jadi gelisah sehingga ingin bertindak lebih cepat, namun Mendagri datang ke Balaikota, menteri-menteri ke balaikota jangan lockdown. Tapi tempat lain kok boleh? Aneh,” imbuhnya terheran.

Faisal Basri mengatakan, setiap negara terjangkit virus corona memang memiliki latarbelakang yang berbeda. Namun, harus mencari perbandingan setara jika pemerintah tetap berkeyakinan tidak perlu lockdown.

Baca  Alhamdulillah! Lirik 'Aisyah' Diubah Sesuai Arahan Buya Yahya

“Beda dengan negara lain Amerika Serikat itu epicentrum di New York. Ini Jakarta menyebar ke mana-mana. Sebetulnya Indonesia lebih mudah lockdown terbatas karena kepulauan,” tuturnya.

Atas dasar itu, Faisal Basri menyarankan pemerintah untuk segera melakukan lockdown untuk DKI Jakarta. Jelas, tujuannya agar tidak menjalar ke kota-kota lain di luar Jakarta yang notabene masuk kawasan terparah penyebaran Covid-19.

Baca  Ajaib! Semua Pasien Corona Sembuh di Vietnam, Ini yang Mereka Lakukan

“Jakarta harusnya paling urgent untuk lockdown. Artinya, mobilitas manusia masuk dan keluar tidak sebebas biasanya. Bukan lockdown total. Tidak sebebas biasanya. Kalau enggak, mudah nyebar ke 34 provinsi yang sumbernya dari Jakarta,” ucapnya.

“Jaga saja Jakarta dan utamanya karena sudah menjalar ke (pulau) Jawa, maka jaga dulu Jawa. Supaya, tidak merembet ke provinsi lain,” demikian Faisal Basri

Artikel ini telah tayang di Rmol.id

Share :

Baca Juga

Nasional

Cara Mengajak Buah Hati Kenal Allah Swt Semenjak Bayi

Nasional

Ganjar Tuding PNS Tidak Punya Spirit Berbagi saat Negara dalam Kondisi Krisis, Gaji Dipotong Protes

Nasional

Soal Desa yang Tak Salurkan BLT, Kemendes Akan Berikan Sanksi

Nasional

Sebut Konstitusi di Atas Kitab Suci, Anggota Komisi VIII Minta Kepala BPIP Berhenti Bikin Gaduh

Nasional

Cegah Penyebaran Corona, Sandiaga Canangkan Gerakan Nasional Masker

Nasional

Umpat FPI, Ade Armando Bakal Dilapor ke Bareskrim

Nasional

Puji Anies: Ketua Gugus Tugas, Kasus Corona di Jakarta Menyusut Drastis

Nasional

Agenda Reuni 212 Bahas Ini, dari Kasus Hukum Sukmawati Hingga Isu Kepulangan Habib Rizieq