Home / Global

Senin, 11 Mei 2020 - 07:00 WIB

Erdogan Ngamuk, Turki Bakal Lumat Haftar dan Singa LNA

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengutuk keras serangan membabi buta pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) di sejumlah tempat di Tripoli akhir pekan lalu. Turki dengan tegas menyebut tindakan pasukan Marsekal Khalifa Haftar sebagai kejahatan perang.

Bandara Internasional Mitiga, Pelabuhan Tripoli, pemukiman sipil, serta rumah Duta Besar Turki dan Italia, jadi sasaran rudal grad milik pasukan LNA, Sabtu 9 Mei 2020.

Menurut laporan The Libya Observer, pasukan LNA menghujani Tripoli dengan lebih dari 100 roket grad. Akibatnya, enam orang warga sipil tewas sementara lusinan orang mengalami luka-luka.

Baca  Pria Ini Tinggal Bersama 4 Istri dan 16 Selingkuhannya dalam Satu Rumah. Kok Bisa?

Kabar serangan pasukan LNA sepertinya sudah sampai ke telinga Erdogan. Sebab, Kementerian Luar Negeri Turki memastikan bakal mengambil sikap tegas jika pasukan Haftar masih terus melakukan serangan.

“Serangan ke Bandara Mitiga Tripoli pada Sabtu pagi, bagian dari tentetan tembakan artileri di ibukota, adalah kejahatan perah,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki dikutip Reuters.

Baca  Dua Kasus Baru Corona di Saudi; Pasien Terjangkit Setelah dari Iran dan Irak

“Jika misi dan kepentingan kami di Libya menjadi sasaran (serangan), kami akan menganggap pasukan Haftar sebagai target yang sah,” lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Tak hanya itu, Kementerian Luar Negeri Turki juga mendesak Persatuang Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan tindakan.

Kemudian, kecaman juga dilayangkan kepada sejumlah negara yang memberikan dukungan kepada Haftar dan LNA yakni Mesir, Rusia, dan Uni Emirat Arab harus bertanggung jawab atas situasi chaos yang terjadi di Libya.

Baca  Tidak Bebas! Para Tahanan di Turki Produksi 1,5 Juta Masker untuk Rumah Sakit

“Tidak bisa diterima bagi PBB untuk tetap diam terhadap pembantaian ini lebih lama,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

“Negara-negara yang menyediakan bantuan militer, keuangan, dan politik untuk Haftar, bertanggung jawab atas penderitaan yang dialami rakyat Libya, dan kekacauan serta ketidakstabilan yang sedang terjadi di negara ini,” lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki. (viva)

Share :

Baca Juga

Global

Ketika Sondland Dituduh Melakukan Pelecehan

Global

Hujan Berwarna Hitam di Jepang, Pemerintah Bakar Tubuh Korban Corona?

Global

Ngeri! Astronom: Matahari Masuk Masa Resesi, Bencana Besar Menanti

Global

Inggris Kucurkan Rp1,5 Triliun buat Sewa Pesawat Penjemput Warganya di Luar Negeri

Global

Tegas, Sebelum Vaksin Ditemukan, Presiden Duterte Larang Sekolah Dibuka!

Global

Betulkah Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Uang? Ahli Jepang Meng-Iya-kan

Global

Takut Corona, Iran Batalkan Shalat Jumat Dua Minggu Berturut-turut

Global

1.247 Warga Tiongkok Dapat Izin Tinggal Terpaksa di Indonesia, 118 WNA Ditolak Masuk