Home / Ekonomi

Jumat, 20 Maret 2020 - 06:25 WIB

Ekonomi Terpukul Akibat Pandemi Covid-19, Ini Permintaan Jokowi

Petugas menghitung pecahan Dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (12/8). Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS pada perdagangan Rabu (12/8) ditutup pada kisaran Rp.13.800. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/kye/15

Petugas menghitung pecahan Dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (12/8). Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS pada perdagangan Rabu (12/8) ditutup pada kisaran Rp.13.800. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/kye/15

BERITAWAJO.COM – Pemerintah sedang mencari bantalan untuk menahan pukulan yang dialami perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19. Salah satu cara yang ditempuh adalah memangkas belanja pusat maupun daerah nonprioritas dan mengalihkannya ke hal-hal yang mendesak saat ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kementerian dan pemerintah daerah mengalihkan sebagian belanja di APBN dan APBD untuk tiga pos utama, yakni upaya pengendalian Covid-19, penyaluran bantuan sosial, dan pemberian insentif bagi pelaku usaha dan UMKM. Tiga hal itu, ujar Jokowi, menjadi fokus utama belanja pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Baca  Bank Dunia Kembali Mengucurkan Pinjaman Senilai USD 300 Juta atau Hampir Rp 5 triliun

“Saya perintahkan kementerian dan pemda untuk memangkas belanja APBN/APBD yang tidak prioritas. Anggaran perjalanan dinas, rapat-rapat, pembelian barang yang tidak prioritas untuk dipangkas,” kata Jokowi dalam sambutan pembukaan rapat terbatas, Jumat (20/3).

Jokowi menyebutkan, fokus belanja untuk tigas pos tersebut diharapkan mampu menahan laju perlambatan perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi nasional, ujar Presiden, memang diakui akan terpukul oleh pandemi infeksi virus corona.

Baca  Anggota Komisi XI DPR RI; Karena Virus Corona, Ekonomi RI Bisa Terjun Bebas

Ekonomi Indonesia diprediksi tak akan mencapai target tahun ini, yakni sebesar 5 persen hingga 5,4 persen. “Penyebaran pandemi global tidak hanya berisiko pada kesehatan masyarakat, tapi juga besar ke ekonomi dunia. Ekonomi dunia akan turun dari 3 persen ke 1,5 persen atau mungkin lebih dari itu. Indonesia yang 5-5,4 persen juga akan alami penurunan,” ujar Jokowi.

Baca  Resmi Mulai Hari Ini, yang Punya Cicilan Bisa Ajukan Penangguhan Angsuran, Ini Caranya!

Sumber

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Faisal Basri: Indonesia Pinter, yang Murah Dijual, yang Mahal Dibeli

Ekonomi

Minyak dan Saham Rontok, Harga Emas Bangkit ke Rp924 Ribu

Ekonomi

Rupiah Jebol, Rizal Ramli: Tim Ekonomi Jokowi Memang Payah, Sudah Diingetin 1,5 Tahun Lalu Tapi Jumawa

Ekonomi

Bertambah 5%, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.300 T
Covid-19 Tidak Perlu Dilawan

Ekonomi

Covid-19 Tidak Perlu Dilawan, untuk Kebangkitan Ekonomi Ajaran Bung Karno Harus Dijalankan

Ekonomi

Emil Salim: Hati-hati, Pemerintah Sedang Berjalan Di Seutas Tali

Ekonomi

Prediksi Terburuk Pertumbuhan Ekonomi RI Menurut Ekonom

Ekonomi

Tertipu Belanja Online, Ngadu dan Sampaikan ke Sini!