Home / Politik

Rabu, 20 Mei 2020 - 03:51 WIB

DPR Bertanya Kepada Jokowi: Apa Bedanya Kerumuman di Pasar dan Rumah Ibadah

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang tak mempermasalahkan adanya keramaian di pasar tradisional asalkan protokol pencegahan virus Covid-19 atau corona dijalankan menjadi polemik. Soalnya, DPR memertanyakan apa bedanya kerumunan di pasar dengan di rumah ibadah.

“Apa bedanya, justru orang ke rumah ibadah lebih aman sudah bersih. Udah ini ke pasar lebih berisiko, kenapa masjid atau rumah ibadah lainnya tidak dibolehkan,” ujar Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, Selasa (19/5).

Meski begitu, Yandri mengakui, tujuan Jokowi memperbolehkan adanya keramaian di pasar dilihatnya sebagai upaya yang baik. Agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat berangsur baik.

Baca  Peneliti: Pemerintah Harus Siapkan Dana untuk Corona 2.000 Triliun

Namun, jika ada diskriminasi pelonggaran pembatasan sosial di tempat tertentu maka akan menimbulkan kecurigaan di masyarakat. Apalagi, rumah ibadah menjadi salah satu tempat yang ditutup aktivitasnya.

“Faktanya hari ini (rumah ibadah) dilarang, kenapa pasar dibuka. Ini tidak berkeadilan, tidak konsisten pemerintah,” ujar Yandri.

Tidak konsistennya pemerintah dalam menjalankan kebijakan pembatasan sosial tentu akan membuat masyarakat bingung. Karena itu, ia mengimbau warga untuk mawas diri di tengah pandemi Covid-19.

“Kalau berharap ke pemerintah tidak mungkin berhasil memutuskan rantai Covid-19 ini, maka masyarakat lah yang harus waspada,” ujar Yandri.

Baca  Jomblo Senang, Kapolda Metro Jaya Sebut Sepeda Motor Hanya Boleh Dinaiki untuk Satu Orang Selama PSBB

Terakhir, ia pun berharap adanya relaksasi pembatasan sosial di rumah-rumah ibadah. Khususnya pada masjid, jelang berakhirnya bulan suci Ramadhan ini.

“Jangan pemerintah tidak konsisten, jangan pasar boleh, masjid tidak boleh. Pasar boleh, mudik tidak boleh, kan yang penting kata Pak Jokowi protokol corona,” ujar wakil ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kembali ramainya pasar tradisional di berbagai daerah menjelang hari raya Idul Fitri di saat pelaksanaan PSBB masih berlangsung. Ia pun meminta agar petugas di lapangan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan terus menerus dilakukan di area tersebut.

Baca  Mahfud MD; Terkait Corona Jangan Ada Kepala Daerah Cari Panggung. Siapa yang Dimaksud? Anies Kah?

Masyarakat yang berada di pasar dimintanya untuk tetap mengatur jarak dan juga mengenakan masker. Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas persiapan idul fitri 1441H/2020 M, Selasa (19/5).

“Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini sudah mulai ramai karena banyak masyarakat yang belanja mempersiapkan hari raya. Saya ingin ini dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, memakai masker, petugas di lapangan betul-betul bekerja untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus menerus,” kata dia. (bl)

Share :

Baca Juga

Politik

Kode Keras JK untuk Jokowi: Awas, Krisis Corona Lebih Parah dari Krisis 98

Politik

Banjir di Mana-mana Salah Anies, Uchok Sky Khadafi: Anies Ini Gubernur Rasa Presiden

Politik

PDIP Nilai Anies Lamban Baru Berlakukan PSBB di DKI Jumat

Politik

Pemerintah Tidak Akan Lakukan Lockdown, Fadli Zon; Kalau Korban Makin Banyak, Pak Jokowi yang Tanggung Jawab?

Politik

PA 212 Sebut Jokowi Gagal Tangani Virus Corona

Politik

Said Didu dan Faisal Basri Didukung Ratusan Orang, Desak Pecat Luhut

Politik

Grace Natalie: Kebetulan Anak Wapres, Apakah Berarti PSI Dukung Dinasti Politik?

Politik

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona