Home / Politik

Rabu, 29 April 2020 - 19:01 WIB

Desak Jokowi Hentikan Bagi-bagi Sembako di Jalan, Ubedilah Badrun: Malu Sama Negara Tetangga

Langkah Presiden Joko Widodo membagikan sembako di jalan dianggap membuat malu dengan negara tetangga lantaran menggunakan cara amatiran.

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun mengatakan, seorang presiden seperti Jokowi mempunyai kewenangan yang sangat besar untuk memerintahkan bawahannya agar rakyat benar-benar mendapat sembako tepat waktu dan adil.

Baca  Jokowi Minta Warga Hidup Berdamai dengan Virus Corona

“Padahal seorang presiden mempunyai kewenangan yang sangat besar untuk memerintahkan jajaran dibawahnya. Gunakan data penduduk yang tepat untuk memastikan bahwa pembagian sembakonya tepat sasaran,” ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/4).

Video Player is loading. Karena kata Ubedilah, langkah Presiden Jokowi seperti itu juga menunjukkan bahwa kepala negara telah kehilangan kemampuannya untuk membuat kebijakan yang tepat untuk rakyatnya.

Baca  Said Didu dan Faisal Basri Didukung Ratusan Orang, Desak Pecat Luhut

“Sebaiknya Jokowi hentikanlah pola pola seperti itu,” tegas Ubedilah.

Bahkan kata Ubedilah, tindakan Presiden Jokowi juga akan membuat malu bangsa dihadapan negara-negara lain, khususnya negara tetangga.

“Malu dengan negara tetangga. Sebab kesan yang muncul itu maaf kepala negara cara mengelola negaranya kampungan banget atau amatiran,” pungkas Ubedilah. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Prabowo-Anies

Politik

Pengamat: Prabowo-Anies Bisa Berhadapan di Pilpres 2024

Politik

Mandat Kongres Nasdem, Surya Paloh: Ini yang Paling Terberat Bapak Presiden

Politik

Belva Stafsus Jokowi: Jika Konflik Kepentingan, Saya Mundur Saat Ini

Politik

Said Didu dan Faisal Basri Didukung Ratusan Orang, Desak Pecat Luhut

Politik

Riza Patria Jadi Wagub DKI, Ini Pesan dari Prabowo

Politik

Pengamat: Presiden Jokowi Harus Segera Buka Data Perjanjian Utang Dengan China 

Politik

Kode Keras JK untuk Jokowi: Awas, Krisis Corona Lebih Parah dari Krisis 98

Politik

Nasib Honorer, Mardani Ali Sera: Presiden yang Mesti Ambil Tanggung Jawab