Home / Global

Jumat, 6 Maret 2020 - 00:50 WIB

Demi Keselamatan Warganya, Korut Ancam Tembak WN China Jika Dekati Perbatasan

BERITAWAJO.COM – Otoritas China memerintahkan warganya untuk menjauhi area perbatasan dengan Korea Utara. Hal itu demi mencegah risiko ditembak oleh tentara Korut. Demikian keterangan dari warga setempat sebagaimana dipantau, Kamis.

Pemerintah Korea Utara menutup perbatasannya dan melarang pendatang dari China demi mencegah penyebaran virus Corona jenis baru (COVID-19).

Warga setempat mengatakan, peringatan itu disampaikan lewat pemberitahuan tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Korut mencegah penyebaran virus.

China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400 kilometer (880 mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.

Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan mereka yang berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan akan ditembak oleh aparat dari Korut.

“Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat di wilayah perbatasan,” kata seorang pemilik restauran di Jian yang menolak menyebut identitasnya.

Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di perbatasan demi mencegah kemungkinan ada warganya yang tertembak, mengingat Korut telah meningkatkan status waspada terhadap virus Corona jenis baru pada level tertinggi.

“Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24 jam sehari dan tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan ditahan oleh kepolisian China,” kata otoritas setempat dalam surat peringatan itu.

“Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh tentara Korut)”.

Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut namanya, mengonfirmasi isi peringatan tersebut dan mengatakan petugas di perbatasan juga mengeluarkan larangan yang sama melalui pesan singkat.

“Selama pencegahan wabah berlangsung, warga dilarang melakukan seluruh aktivitas seperti memancing di Sungai Yalu atau berteriak memanggil warga Korut di seberang sungai,” demikian isi peringatan yang disampaikan lewat pesan singkat. Dalam peringatan itu, tidak ada pemberitahuan mengenai risiko ditembak militer Korut.

Pemerintah Korea Utara pernah menerapkan larangan masuk terhadap pendatang saat dunia diserang wabah ebola pada 2014.

Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China belum bisa dimintai tanggapan.

Sumber

Share :

Baca Juga

Global

Mantan Pejabat CIA Curiga; Corona Adalah Produk Virus untuk Perang Biologis

Global

Demi Rawat Rakyat Miskin, Presiden Meksiko Jual Pesawat Kepresidenan

Global

China Akan Bor Minyak di Laut Sengketa, AS dan Australia Kirim Kapal Perang

Global

Seminggu Sejak Sekolah Dibuka, 70 Anak di Prancis Terpapar COVID-19

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

Global

AS Ancam Serang 52 Target Utama di Iran

Global

Mau Coba Masker Paling Mahal Sedunia? Sekali Pakai Seharga Rp 3 Juta

Global

Miris! Wabah Corona: Muslim Rohingya di Myanmar, Satu Toilet Gantian 40 Orang