Home / Ekonomi

Senin, 11 Mei 2020 - 02:33 WIB

Covid-19 Tidak Perlu Dilawan, untuk Kebangkitan Ekonomi Ajaran Bung Karno Harus Dijalankan

Virus corona baru atau Covid-19 hanya bisa dilawan dan dikalahkan bila vaksin anti-Covid-19 sudah ditemukan. Selama vaksi itu belum ditemukan, ajakan Presiden Joko Widodo agar kita “berdamai” dengan Covid-19 adalah yang paling realistis.

“Dengan kita disiplin, saling mengerti, saling damai dan saling kasih sayang sesama anak bangsa, juga bersatu antara pengusaha, buruh dan pemerintah seia sekata untuk bangkitkan ekonomi, tidak butuh waktu lama ekonomi kita segera bangkit,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono kepada redaksi beberapa saat lalu.

Baca  Jokowi Kini Punya Kuasa Penuh buat Angkat, Mutasi, Hingga Pecat PNS

Ia berpesan agar Presiden Jokowi menjalankan politik Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Apabila ajaran Bung Karno itu dijalankan, sambung Arief Poyuono, maka pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2020 akan berkisar antara -2,7 sampai 0 tidak akan terjadi.

Dia menyebut Sri Mulyani tidak memahami ajaran Bung Karno. Jalan keluar yang disarankan Sri Mulyani selalu bertentangan dengan ajaran Tri Sakti.

Baca  Hotman Paris: Mohon Ibu Menteri Keuangan Agar Segera Diterbitkan Bagaimana Kredit Melalui Leasing

Misalnya, Sri Mulyani sempat ingin menerbitkan surat berharga negara (SBN) sepanjang Mei hingga Desember 2020 sebesar Rp 697,3 triliun.

“Kalau ini yang dilakukan bukannya bangkit malah amblas sekalian ekonomi kita nantinya dan makin berat beban utang kita. Akibatnya pajak dan suku bunga serta inflasi akan tinggi terus, akibat bayar utang yang tidak pernah lunas dan jumlah utang yang tidak turun-turun,” jelas Arief Poyuono.

Baca  Sri Mulyani Sentil Anies, Belanja Pegawai dan Barang DKI Masih Tinggi

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia bisa bernegosiasi dengan lembaga donor untuk menjadwalkan pembayaran utang di masa sulit ini.

“Apalagi utang sebanyak Rp 697,3 triliun hanya untuk bayar utang yang jatuh tempo Rp 433,4 triliun tahun ini. Padahal utang itu bisa tidak kita bayar dulu atau kita minta di-reschedule pembayaran akibat Covid-19,” demikian Arief Poyuono. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Bertambah 5%, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.300 T

Ekonomi

Luhut Optimis Ekonomi Pulih Bulan Juli, Semua Berkat Tangan Dingin Jokowi

Ekonomi

Waduh! Ternyata Ini Biang Kerok Gula Langka dan Harga Mahal

Ekonomi

Setengah Miliar Orang Diprediksi Jatuh Miskin, RI Harus Waspada!

Ekonomi

Dampak Corona, Utang BUMN Jatuh Tempo Bikin Erick Thohir Cemas

Ekonomi

Anggota Komisi XI DPR RI; Karena Virus Corona, Ekonomi RI Bisa Terjun Bebas

Ekonomi

Bank Dunia Kembali Mengucurkan Pinjaman Senilai USD 300 Juta atau Hampir Rp 5 triliun

Ekonomi

Kemarin Anjlok Rp 12.000/Gram, Harga Emas Bakal Nyungsep?