Home / Global

Rabu, 20 Mei 2020 - 01:29 WIB

China Kini Dukung Resolusi Penyelidikan Asal-usul COVID-19 dengan Satu Syarat

Sejumlah anggota Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) mendorong penyelidikan tentang asal dan penanganan pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Menanggapi hal itu, Presiden China, Xi-Jinping, menyatakan mendukung usulan resolusi tersebut dengan syarat harus menunggu sampai pandemi COVID-19 benar-benar sudah bisa dikendalikan.

“Kami sudah berupaya terbuka, transparan dan bertanggung jawab, kami telah memberikan informasi kepada WHO dan negara-negara yang relevan selama beberapa waktu, kami sudah menyampaikan pengurutan DNA virus secepat mungkin, kami sudah berbagi pengalaman tentang cara dan penanganan tanpa imbalan, kami sudah melakukan seluruh kemampuan kami untuk membantu negara yang membutuhkan pertolongan,” kata Xi-Jinping dalam pidato di ajang rapat Majelis Kesehatan Dunia melalui telekonferensi, Selasa, (19/05/2020).

Baca  Studi Harvard : Social Distancing Diperlukan Hingga 2022 untuk Setop Virus Corona

Dalam kesempatan tersebut, Xi-Jinping juga menyampaikan bela sungkawa terhadap para korban COVID-19 sekaligus menyampaikan akan menyumbang US$2 miliar (sekitar Rp29,3 triliun) untuk terkait penanganan pandemi dalam kurun dua tahun.

Resolusi tersebut dimotori oleh negara-negara anggota Uni Eropa yang menyambut usulan Australia. Meski demikian, resolusi tersebut tidak menyebutkan secara spesifik soal China, tetapi berbunyi permintaan untuk, ‘evaluasi secara imparsial, mandiri dan menyeluruh yang dikoordinasi WHO terkait respons dunia terhadap COVID-19’.

Baca  Izinkan 500 TKA China Masuk Indonesia Saat Pandemik, PB HMI: Kera di Hutan Disusui, Anak Di Rumah Mati Kelaparan¬†

Amerika Serikat menuduh China menahan informasi tentang virus COVID-19. China juga sempat murka dengan desakan Australia untuk menyelidiki penanganan virus corona. Pada akhirnya, resolusi ini mendapat dukungan internasional dari negara-negara seperti Australia, India, Selandia Baru, Rusia, Inggris, juga negara anggota Uni Eropa.

Dalam rapat tersebut, Xi-Jinping mengusulkan sejumlah langkah untuk melawan virus corona, meminta WHO tetap memegang kendali koordinasi penanganan pandemi, serta memberikan bantuan lebih besar kepada negara-negara yang terdampak seperti di benua Afrika.

Selain itu, Xi-Jinping juga ingin China dan negara-negara lain bertahap kembali membangun perekonomian dan memperkuat kerjasama internasional.

Baca  Video! Jenderal Doni Monardo: Pokoknya Mudik Tetap Dilarang, Titik!

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menanggapi soal resolusi tentang penyelidikan COVID-19 tersebut.

“Karena virus corona terus menyebar ke seluruh penjuru dunia, maka tujuan pengajuan resolusi ini adalah untuk mendukung peran penting WHO dan fokus terhadap kerjasama internasional,” kata Zhao dalam jumpa pers di Beijing, Senin (18/05/2020) kemarin.

Zhao menyatakan China menolak interpretasi unilateral terkait resolusi tersebut, dan meyakini mereka harus fokus dalam mengendalikan pandemi virus corona. Dia juga mengatakan sebagian besar negara-negara anggota WHO sepakat saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan penyelidikan tersebut. (bl)

Share :

Baca Juga

Global

Didesak Investigasi Corona, China Setop Impor Sapi Australia

Global

Singgung Memo 57 Halaman Berisi Taktik Jahat Amerika, Jubir China: AS Gunakan Pandemi Ini Sebagai Senjata

Global

Lapor Pak Jokowi, Korsel Gagal Terapkan New Normal: Korban Corona Kembali Melonjak

Global

Selidiki Sumber Corona, AS Minta Akses ke Laboratorium Wuhan

Global

Masjid Al Aqsa Tutup Akibat Wabah, Ramadhan di Palestina Terasa Sedih

Global

Warga Belanda Kutip Ayat al-Quran, al-Maidah 32, Dukung Dokter dan Perawat Pasien Corona

Global

Tentara Amerika Kocar Kacir Ditimpuki Warga Suriah Pakai Batu

Global

Arab Saudi Hukum Mati 5 Pembunuh Jamal Khashoggi