Home / Global

Rabu, 22 April 2020 - 22:01 WIB

China Akan Bor Minyak di Laut Sengketa, AS dan Australia Kirim Kapal Perang

China dituding akan mengebor sumur minyak di laut sengketa, Laut China Selatan, yang juga diklaim beberapa negara. Di tengah provokasi China ini, Amerika Serikat dan Australia mengirim kapal perang ke perairan tersebut.

Diberitakan Reuters, pada Selasa (21/4) AS telah mengirim kapal serang amfibi USS America, USS Bunker Hill, dan USS Barry. Pada Rabu (22/4), kapal perang Australia HMAS Parramatta turut bergabung.

Baca  Soal Virus Wabah Corona COVID-19, Bill Gates Justru Bela China

AS dan Australia mengatakan kehadiran mereka untuk latihan perang gabungan. Namun posisi mereka terlihat mendekati kapal Haiyang Dizhi 8 milik pemerintah China.

Haiyang Dizhi 8 adalah kapal survei pengeboran minyak milik pemerintah China. Sepekan terakhir, kapal tersebut beroperasi di perairan yang juga diklaim Malaysia dan Vietnam tersebut dengan dikawal oleh kapal patroli laut China.

Baca  Gaduh Pernyataan Agnez Mo, Pengamat Nilai Sudah Dipolitisasi

Kapal China itu berada 325 kilometer dari garis pantai Malaysia, di zona ekonomi eksklusif negara itu. Mereka berlayar dekat dengan kapal pengebor minyak milik Petronas Malaysia.

Kapal USS Bunker Hill. Foto: AFP/JAY DIRECTO

Kehadiran kapal perang AS dan Australia dengan alasan latihan memberikan sinyal kepada China agar tidak macam-macam di perairan tersebut.

Pekan lalu, AS telah meminta China untuk menghentikan “perilaku bullying” dengan mengirim kapal ke Laut China Selatan yang diyakini kaya cadangan minyak.

Baca  Rayakan Berakhirnya Lockdown, Wanita Malah Tewas Terpeleset dari Ketinggian

“China harus menghentikan perilaku bullying-nya dan menahan diri dari melakukan tindakan provokasi dan aktivitas yang memicu ketidakstabilan ini,” kata Kementerian Luar Negeri AS pekan lalu.

Belum ada komentar dari China. Tapi AS mengatakan China mengambil kesempatan ini di saat negara-negara sibuk mengatasi pandemi virus corona. (kumparan)

Share :

Baca Juga

Global

Raja Salman Setuju Lockdown Riyadh, Mekah, dan Madinah

Global

Ketika Sondland Dituduh Melakukan Pelecehan
Lockdown Corona Bikin Pusing

Global

Lockdown Corona Bikin Pusing, PBB Prediksi Ada 7 Juta Kehamilan Tak Dikehendaki

Global

China Tolak Penyelidikan Independen Soal Asal Usul COVID-19

Global

Italia Catat Penurunan Kasus Infeksi Virus Corona 2 Hari Berturut-turut

Global

Tiongkok Minta Amerika Jujur soal Virus Corona

Global

Akibat Corona Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Nabawi Tahun Ini Hanya 11 Rakaat

Global

Sekolah Diliburkan Akibat Corona, Kelas Online Diaktifkan