Home / Peristiwa

Senin, 25 Mei 2020 - 00:47 WIB

Cerita M Nuh Sempat Loncat-loncat Menang Lelang Motor Jokowi

M. Nuh, warga Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, mengira lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo di acara “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” merupakan acara Jokowi membagi-bagikan hadiah untuk masyarakat.

Hal itu diungkapkan Nuh dalam sambungan telepon video dengan Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy yang diunggah di akun Youtube Vasco, Macan Idealis pada Senin (25/5).

“Saya pikir ini acara Jokowi bagi-bagi hadiah untuk masyarakat. Akhirnya, (dibilang) selamat Pak Nuh Anda pemenangnya, saya langsung loncat-loncat sama keluarga,” kata Nuh.

Sosok yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu kemudian menyampaikan dirinya tidak mengikuti acara “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” dari awal sehingga tidak mengetahui bahwa acara tersebut merupakan kegiatan lelang.

Dengan niat ingin mencoba, Nuh menelepon salah satu nomor telepon interaktif yang tertera. Menurutnya, sambungan teleponnya baru diangkat saat percobaan ketujuh.

“Setelah masuk (ditanya) ini dari siapa. Saya jawab Pak M Nuh dari Kampung Manggis (di) Jambi. (Terus ditanya) bapak mau ikut. Saya kan enggak tahu nih, langsung boleh ikut, Saya enggak tahu nih, saya kira ini hadiah gitu,” ujarnya.

Nuh pun mengaku bahwa sosok yang pertama menawar harga motor listrik Jokowi, bukan dirinya. Menurutnya, bicara di telepon harga motor listrik yang dilelang masih berkisar Rp500 juta atau Rp1miliar saat itu.

Baca  Jokowi Ingin Berdamai dengan Corona, Anies Ngotot 'Gembok' Jakarta: Harus Tegas

Namun, lanjutnya, pulsa telepon selulernya habis saat harga lelang motor listrik itu mencapai angka Rp2 miliar. Nuh kemudian menyingkirkan telepon selulernya.

Tak beberapa lama kemudian, Nuh kembali menceritakan, panitia penyelenggara acara kembali menghubungi dan menanyakan tawaran Nuh terhadap motor listrik bertanda tangan Jokowi.

Nuh kemudian menawar angka yang lebih karena berpikir bahwa hadiah yang akan diterima nanti akan lebih besar juga.

“Saya ikutin lagi karena Saya enggak punya beban. (Ditanya) berapa naik berapa, saya ikut terus karena saya pikir ini hadiah, uangnya tambah gede itu. Di pikiran Saya, semakin tambah gede, uang Saya tambah banyak begitu,” ujarnya.

Nuh mengaku mulai bingung setelah pembawa acara menyebut bahwa dirinya adalah seorang pengusaha. Menurut Nuh, dirinya tidak pernah menyampaikan hal seperti itu.

Dia berkata kebingungan itu pun berubah menjadi ketakutan setelah istrinya memberi tahu bahwa dirinya tidak menang hadiah, melainkan harus mengeluarkan uang sebesar Rp2,55 miliar.

“Saya heran dibilang pengusaha. Dia (pembawa acara) bilang Anda pemenang motor ini dengan (harga) Rp2,55 m, langsung istri saya menepuk dari belakang, (dibilang istri) itu ente yang menang, yang bayar motor. Langsung saya matiin semua hape Saya, tv pun saya matiin,” katanya.

Baca  Masyarakat Mengaku Kesulitan Daftar Kartu Prakerja ala Jokowi. Kok Bisa?

Di tengah ketakutan itu, Nuh mengaku langsung mengadu ke Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Setelah mendapatkan jaminan, Nuh kemudian diminta untuk melapor ke polisi dan menceritakan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa acara yang diikutinya adalah lelang.

“Saya lalu cerita, saya kira ini kuis, terus saya kira saya pemenang dan uangnya buat saya, rupanya saya yang beli, aduh. Saya di kantor polisi dari jam 5 sore, pulangnya besoknya jam 5 sore. Satu hari lah,” ujarnya.

Berangkat dari itu, Nuh pun berharap Jokowi membuat acara yang benar-benar berbentuk kuis agar dirinya bisa ikut serta. Ia berharap bisa bertemu dengan Jokowi.

“Boleh, kalau mau ketemu,” kata Nuh.

Dalam acara yang disiarkan langsung oleh TVRI dan sejumlah stasiun TV swasta, Wanda Hamidah yang berkomunikasi dengan Nuh lewat sambungan telepon.

Wanda pula yang memastikan bahwa Nuh bersedia merogoh kocek Rp2,55 miliar untuk motor listrik bertandatangan Jokowi.

Pembawa acara Choky Sitohang pun memastikan kepada Wanda apakah benar seorang pengusaha asal Jambi yang menawar dengan harga tersebut.

Baca  Viral! Bercumbu di Taman, Eh Terekam Kamera

“Kami sudah menerima telepon, yang diterima oleh Mba Wanda Hamidah tadi, seorang pengusaha asal Jambi, tolong koreksi saya, kalau salah, harganya di Rp2,55 miliar. Siapa namanya?” ujar Chocky.

“Bapak M Nuh dari Jambi, beliau dari Kampung Manggis,” timpal Wanda.

“Saya ingin pastikan mba, semua data terverifikasi kan?” kata Chocky.

“Terverifikasi, kami bahkan sudah menelpon beliau dua kali dan sangat mengharapkan bisa menjadi pemenang lelang,” ujar Wanda. Setelah itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo memutuskan bahwa Nuh yang menjadi pemenang lelang.

Peristiwa ini pun menjadi viral setelah Nuh, seperti yang dia akui, telah salah paham dan tak mampu membayar harga motor hasil lelang. Bamsoet bahkan mengatakan peristiwa M Nuh ini ibarat sebuah prank alias kejahilan.

“Kami kena prank buruh di Jambi bernama M. Nuh, kemudian katanya diamankan Polda Jambi,” ungkap Bamsoet dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/5).

Kini Nuh telah dinyatakan gugur sebagai pemenang. Lelang motor listrik bertanda tangan Jokowi akhirnya dimenangkan ke anak bungsu Hary Tanoesoedibjo, Warren H Tanoesoedibjo yang menduduki peringkat di bawah Nuh saat acara lelang berlangsung. (mts/fra)

Share :

Baca Juga

Figur

Kepeleset Di Panggung Miss Universe 2019; Bagaimana Nasib Puteri Indonesia?

Peristiwa

Hampir 50% Tempat Hiburan Malam Tamansari Tetap Buka di Tengah Wabah Corona

Peristiwa

Bantuan Makanan Siap Santap Bertulisan “Nasi Anjing” Bikin Gaduh Warga

Peristiwa

Anggota TNI dan Istri Polisi yang Kedapatan dan Ditembak Ternyata Pernah Pacaran

Peristiwa

Innalillahi, Dokter Penjemput Rombongan Bima Arya Wafat Setelah Positif Terinfeksi Covid-19
Korban Bantuan Salah Sasaran

Peristiwa

Hidup Miskin di Tengah Kebun, Mbah Saliyem Jadi Korban Bantuan Salah Sasaran

Peristiwa

Kasihan! Kepala Kampung Dianiaya Saat Sosialisasi Corona Hingga Lebam dan Tangan Terkilir

Peristiwa

Tegur Agar Pakai Masker, Perawat Malah Diancam Dibunuh