Home / Opini

Selasa, 26 November 2019 - 04:36 WIB

Cara Praktis One Day One Juz Sendirian

BERITAWAJO.COM – Minggu ini, sedang hot masalah ODOJ (One Day One Juz/ Satu Hari Satu Juz) di pemberitaan Islam di Indonesia. Hal ini terjadi berkenaan dengan Grand launching aktivitas One Day One Juz yang digagas oleh rumah Quran.

Dengan kehadiran 30 ribu orang lebih di aktivitas tersebut yang diadakan di Masjid Itiqlal, menjadikan aktivitas ini mendapat penghargaan Rekor Dunia oleh MURI. Dari unsur dakwah aktivitas menyerupai ini sangat cantik alasannya yakni akan menjadikan semangat budaya untuk selalu membaca Alquran. Namun disisi lain, yaitu sisi pelaksanaan ada pihak yang tidak suka dengan caranya alasannya yakni tidak dicontohkan oleh Rasul.

Terlepas dari kontroversi, kini kita lihat dari sisi positifnya, ini tentu menjadi panggilan bagi umat Islam untuk sering-sering membaca AlQuran dan kalau mungkin memakai sasaran satu hari satu juz menyerupai apa yang dilakukan dalam aktivitas ODOJ tersebut.

Baca  Persiapkan Lumbung Pangan, Prabowo Belajar dari Kisah Nabi Yusuf?

Program ODOJ sendiri kami yakin niat utamanya yakni dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat  muslim terhadap AlQuran. Dengan ada meningkatkan minat ini, tentu harapannya banyak masyarakat muslim yang lebih erat kepada AlQuran. Meski mungkin awalnya masih berguru membaca, dengan adanya sasaran tentunya akan mempercepat proses belajar.

Dengan lebih erat kepada AlQuran (dg sekedar membaca), maka akan meningkat untuk lebih mengenal (dengan membaca terjemahannya) sampai kesannya sanggup memahami (dengan mempelajari keilmuannya) dan kemungkinan ini membutuhkan proses untuk melakukannya. Maka sangat dibutuhkan aktivitas ini tidak hanya sekedar demam isu saja tanpa peningkatan kualitas bacaan maupun keilmuannya.

Baca  Tantangan Umat Islam: Menyatukan Keimanan dan Ilmu Pengetahuan

Dalam pelaksanakan ODOJ sendiri melibatkan jaringan komunikasi memakai media online. Tentu hal ini akan menjadi hambatan bagi yang tidak memilik jaringan internet. Namun, tentu bukan menjadi dilema alasannya yakni kami yakin misi utama aktivitas ini yakni Dakwah mengajak kita untuk membaca AlQuran. Tanpa ikut bergabung melalui jaringan Internet, kita juga sanggup membentuk kelompok sendiri ataupun sanggup di lakukan sendirian, asalkan berniat dan bersungguh-sungguh.

Kita sanggup melaksanakan ODOJ sendirian dengan niat dan kesungguhan. Untuk sanggup melakukannya sendirian kita harus mengalokasikan waktu dalam sehari kita khusus untuk membaca AlQuran. Kita sanggup meluangkan waktu selama 10-15 menit untuk setiap selesai shalat fardhu dengan sasaran membaca 2-3 lembar (4-6 halaman). Atau kita sanggup menyediakan waktu khusus untuk menuntaskan 1 juz contohnya sehabis shalat Magrib dan sehabis shalat Isyak. Untuk membaca satu juz waktu asumsi untuk menyelesaikannya dengan kecepatan bacaan standar sekitar 1 jam bagi yang sudah lancar membaca.

Baca  Siapakah Musuh-Musuh Islam yang Bahu Membahu Itu?

Cara membaca AlQuran secara sendirian sebaiknya dilakukan dikala memang kita sudah lancar membaca goresan pena Arab. Bagi yang masih belum benar dalam membacanya, masih banyak kesalahan dalam membaca masih terbata-bata atau masih salah dalam panjang pendeknya, sebaiknya membentuk kelompok dengan setidaknya ada satu orang yang telah lancar membaca AlQuran. Ini akan menjadi semacam kelompok Belajar membaca AlQuran. Baru sehabis memang kita sudah lancara membaca AlQuran kita sanggup melaksanakan ODOJ sendirian asalkan dengan niat yang sungguh-sungguh.

Share :

Baca Juga

Opini

Muhammad saw dan Pandangan Dunia Barat

Opini

Mempertanyakan Kebenaran Sebuah Agama

Opini

Gak Nyangka, Tiba-tiba Menhan Prabowo Bantu Jualan di Twitter

Opini

Pandemik Corona; Megawati dan PDIP Jangan Jadi Penonton

Opini

Siapakah Musuh-Musuh Islam yang Bahu Membahu Itu?

Opini

Makar Itu Pakai Militer, Bukan Pakai Dosen dan Mahasiswa

Opini

Teori Politik Islam – “Demokrasi Ala Islam”

Opini

Istana Krisis, Prabowo Tawarkan Kepemimpinan Baru