Home / Islam

Jumat, 20 Maret 2020 - 18:14 WIB

Betulkah Wanita Lebih Baik Jika Shalat di Rumah?

BERITAWAJO.COM – Pada awal Islam, di era nabi Muhammad dan para sahabat, perilaku jahiliyah baru dihapuskan oleh datangnya agama Islam yang dibawa Nabi. Karena itu, kondisi kaum wanita juga masih rawan fitnah, mereka baru terangkat dari keterpurukan yang luar biasa, masih amat terlemahkan dan potensi gangguan pun amat besar.

Disertai kondisi alam dan lingkungan yang belum memungkinkan wanita keluar rumah secara bebas dan aman, rumah-rumah saat itu masih jarang, tidak ada penerangan listrik, apalagi lampu. Jadi, posisi wanita belum aman dari gangguan.

Karena itu, amat bijak Rasulullah bersabda terkait tempat shalat yang paling tepat untuk wanita, yaitu di rumah masing-masing.

Baca  Mengapa Harus Menutup Aurat? Jika Tidak Maka Hewan Lebih Modern dari Manusia

“Sebaik-baik masjid bagi kaum perempuan adalah rumah mereka” (HR Ahmad dari Ummu Salamah ra).

Dalam perspektif empat mazhab, ahli fikih madzhab Hanafi berpendapat wanita lanjut usia boleh shalat berjamaah di masjid, karena mereka tidak lagi mendatangkan fitnah (gangguan dan gosip).

Sedangkan ahli fikih madzhab Maliki membolehkan shalat di masjid para wanita lanjut usia, setengah umur, bahkan yang masih muda, apabila diyakini tidak menimbulkan fitnah.

Bagi ahli fikih madzhab Syafi’i dan Hanbali, wanita boleh shalat berjamaah di masjid asal tidak berdandan dan diizinkan oleh suami mereka. hal ini didasarkan pada sabda Nabi: “Apabila para wanita kalian meminta izin pergi ke masjid, maka berilah mereka izin” (HR Ahmad, al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain dari Ibnu Umar ra).

Baca  7 Bulan Tekuni Agama Islam, Mantan Model Playboy Ini Jadi Mualaf dan Memakai Hijab

Dari paparan di atas dapat dipahami fuqaha empat mazhab menjadikan fitnah sebagai ‘illat (sebab) hukum dilarangnya wanita pergi ke masjid untuk shalat berjamaah.

Dengan demikian, jika tidak terjadi fitnah yang berarti tidak ada ‘illat hukumnya, maka larangan tersebut tidak berlaku, sebagaimana dinyatakan dalam kaidah ushul fiqih: al-hukmu yaduru ma’a ‘illatihi, wujudan wa ‘adaman (hukum itu terkait dengan sebabnya, ada atau tidaknya).

Ahmad Zahro dalam Fiqih Kontemporer mengatakan apabila kepergian wanita ke masjid aman dari fitnah karena banyak temannya, dekat dengan masjid, atau lampu penerangan jalan memadai, maka diperbolehkan ke masjid. Bahkan, para ulama al-Azhar pada 1985 mengeluarkan fatwa wanita dan remaja putri dianjurkan ikut shalat berjamaah di masjid; sebab kalau tidak, mereka tetap keluar rumah dan berkeliaran di tempat hiburan.

Baca  Ternyata, Menolak Ziarah Kubur Adalah Salah Satu Bentuk Kesombongan Iblis

Apalagi banyak hadis shahih yang menegaskan shalat berjamaah jauh lebih besar pahalanya daripada shalat sendirian. Nabi Muhammad bersabda: “Shalat berjamaah dibandingkan shalat sendiri lebih utama 25, dalam riwayat lain: 27 derajat” (HR al-Bukhari, Muslim dan lain-lain dari Ibnu Umar ra dan lain-lain).

Sumber

Share :

Baca Juga

Islam

UAS ke Sandi: Simpan Video Ini, Mungkin Bermanfaat 5 Tahun ke Depan, Apa Maksudnya Ya?
Cara Mendidik Anak di Zaman Modern

Islam

UAS Batalkan Semua Agenda Ceramahnya; Banyak Netizen Nyinyir Tak Paham

Islam

Mufti Besar Saudi: di Tengah Corona Virus Salat Idul Fitri Bisa Dilakukan di Rumah

Islam

Dialog UAS Dan JK: Masjid Harus Tetap Azan

Islam

Hebat! Kisah Dua Laki-laki Ini Tetap Meneruskan Shalat Meski Dihujani Anak Panah
Dua Fatwa tentang Corona

Islam

Bahas Dua Fatwa tentang Corona, MUI Libatkan Dua Profesor Ahli Kesehatan

Islam

MUI Bahas Fatwa Shalat Tanpa Wudhu dan Tayamum bagi Petugas Medis yang Tangani Corona

Islam

Sekjen FUI: Pasca Penghentian Shalat Jumat dan Berjemaah Umat Islam Harus Jaga Para Ulama