Home / Ekonomi

Rabu, 15 April 2020 - 09:08 WIB

Bertambah 5%, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.300 T

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia Februari 2020 sebesar US$ 407,5 miliar atau sekitar Rp 6.316 triliun (kurs Rp 15.500).

ULN ini terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 203,3 miliar Rp 3.151 triliun dan ULN swasta termasuk BUMN US$ 204,2 miliar Rp 3.165 triliun.

“ULN Indonesia tumbuh 5,4% melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 7,6%. Perkembangan tersebut terutama didorong oleh perlambatan ULN publik,” tulis keterangan resmi BI, Rabu (15/4/2020).

Secara rinci ULN pemerintah di luar bank sentral tercatat US$ 200,6 miliar atau tumbuh 5,1% lebih rendah dari pertumbuhan bulan lalu 9,5%. Penurunan ULN pemerintah dipengaruhi sentimen global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang meluas sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar surat berharga negara (SBN) domestik.

Baca  Menaggapi Wacana Darurat Sipil, Ini Seruan Habib Rizieq dari Tanah Suci

ULN Pemerintah tersebut dikelola secara hati-hati dan kredibel guna mendukung belanja Pemerintah pada sektor prioritas dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sektor prioritas tersebut meliputi sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,4% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor konstruksi (16,2%), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,8%), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6%).

Kemudian untuk ULN swasta tumbuh 5,9% dipengaruhi oleh perlambatan ULN bukan lembaga keuangan di tengah peningkatan ULN lembaga keuangan. Pada Februari 2020, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan tumbuh sebesar 6,9% (yoy), melambat dari 7,7% (yoy) pada Januari 2020. Sementara itu, ULN lembaga keuangan tumbuh meningkat dari 0,3% (yoy) pada Januari 2020 menjadi 2,7% (yoy) pada Februari 2020.

Baca  Peneliti: Pemerintah Harus Siapkan Dana untuk Corona 2.000 Triliun

Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,4% dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan.

Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Februari 2020 sebesar 35,9%, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 36,3%. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,2% dari total ULN.

Baca  Anggota Komisi XI DPR RI; Karena Virus Corona, Ekonomi RI Bisa Terjun Bebas

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” tulisnya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian. (detik)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harga Minyak Mentah Anjlok Gila-gilaan, BBM Kenapa Tidak Turun?

Ekonomi

Menko Luhut Sebut Penting Bangun Hubungan Ekonomi dengan China

Ekonomi

Emil Salim: Hati-hati, Pemerintah Sedang Berjalan Di Seutas Tali

Ekonomi

Menko PMK Sebut Krisis Ekonomi Saat Ini Lebih Parah dari 1998
Dewan Pakar ICMI

Ekonomi

Dewan Pakar ICMI: TKA China Bikin Ekonomi Ambyar! 

Ekonomi

Dicabut dari Proyek Strategis Nasional, Pesanan Pesawat Habibie Sudah 130 Unit
Pemerintah Siapkan Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Redam Imbas Corona, Pemerintah Siapkan Semacam Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Peneliti: Pemerintah Harus Siapkan Dana untuk Corona 2.000 Triliun