Home / Politik

Kamis, 16 April 2020 - 04:23 WIB

Belva Stafsus Jokowi: Jika Konflik Kepentingan, Saya Mundur Saat Ini

Jakarta – Staf Khusus Millenial Presiden Adamas Belva menyampaikan klarifikasi terkait ditunjuknya Ruang Guru sebagai salah satu mitra program kartu prakerja, dimana ia sebagai CEO-nya.

Belva dalam penjelasannya mengatakan, tidak pernah dan tidak diikutkan dalam pengambilan keputusan dalam program ini. Baik mengenai anggaran hingga teknisnya, semya ada di Kemenko Perekonomian.

Untuk membuktikan ketidak terlibatannya itu, Belva meminta untuk dicek apakah ia pernah ikut dalam rapat-rapat sebelumnya. Ia menjelaskan, sebenarnya Ruang Guru yang ia kelola saat ini bukan satu-satunya mitra di program kartu prakerja itu.

“Total mitra ada dela;an, yang semuanya mengikuti proses seleksi dari akhir tahun 2019 yang dibuka untuk umum,” jelas Belva dalam keterangannya, Rabu 15 April 2020.

Belva mengatakan, proses ini tidak ada bedanya dengan KIP atau KJP. Dimana banyak toko yang menerima pembayaran. Ruang Guru, kata dia, salah satu dari banyak toko online yang menerima pembayaran via prakerja tersebut.

Baca  Politikus PDIP Deddy Yevry Sitorus Sebut Ahok Cocok Urus PT PLN

Sehingga, tidak ada paksaan untuk menggunakan toko yang mana. Dia mengatakan, penerima manfaat prakerja bebas memilih sendiri. “Ini bukan penunjukan langsung seperti layaknya pengadaan umumnya,” lanjutnya. Dia juga membantah, kebijakan ini menguntungkan salah satu pihak. Karena proses yang terbuka, mitranya juga banyak.

Program kartu prakerja adalah salah satu janji politik Jokowi dalam kampanye Pilpres 2019 lalu. Maka dari itu, katanya, kebijakan itu sudah ada sejak dia belum diangkat menjadi staf khusus pada November 2019 lalu.

Sementara di Ruang Guru, program skill academy juga sudah mereka dirikan sejak 2019, sebagai ekstensi dari produk yang dimiliki oleh Ruang Guru. Bahkan sudah dipasarkan melalui iklan di berbagai media dan kini sudah berjalan dengan user lebih dari satu juta.

Baca  Jokowi Akan Jatuh Bulan Juni, Ini Alasannya Menurut Syahganda

Belva juga kembali menjelaskan, ketika ia diminta untuk menjadi salah satu staf khusus Presiden Jokowi. Ia sempat menanyakan apakah harus mundur dari Ruang Guru. Tetapi pihak Istana menanggapi dengan mengatakan tidak perlu. Maka ia pun menerima tawaran sebagai staf khusus tersebut.

“Kenapa? Menurut Istana ada mekanisme batasan-batasan wewenang saya yang tidak mencakup membuat keputusan. Banyak pekerjaan juga dilakukan secara kolektif. Ini pun juga sudah dijelaskan oleh Istana sejak pengangkatan,” katanya.

Hanya saja, saat ini keberadaan dia di Ruang Guru maupun staf khusus sedang dipersoalkan menyangkut konflik kepentingan. Atas dasar itu, ia kini sedang mengkonfirmasi ulang pihak Istana apakah benar ada seperti itu. Jika ia, Belva siap mundur.

“JIka ada, tentu saya siap mundur dari stafsus saat ini juga. Saua tidak mau meyalahi aturan apapun,” tegasnya.

Dari sisi hukum, sebenarnya tidak ada bentuk pelanggaran yang dilakukan. Tetapi mengingat muncul persepsi yang sangat kuat adanya konflik kepentingan itu, Belva menegaskan memberi tawaran ke Istana untuk mundur.

Baca  Tifatul Sembiring Mulai Khawatir Partai Gelora Indonesia Acak-acak Kader PKS

“Sebenarnya demi menghindari persepsi/asumsi, saya siap dan sudah menawarkan untuk mundur,” katanya.

Tetapi perlu dibicarakan dulu dengan pihak Istana. Belva menegaskan, tidak ada persoalan jika ia memang harus mundur sebagai stafsus Presiden Jokowi. Dia juga menghormati Presiden Jokowi yang mempercayai dia untuk menjadi bagian dari stafsus.

Apalagi selama ini, menurutnya tidak pernah mengambil gaji untuk kepentingan sendiri. Tetapi ia alihkan semuanya dalam program lain dalam rangka membantu pengembangan UMKM baru.

“Intinya, saya hanya mauy kontribusi sebisa saya. Selama ini, semua gaji dan tunjangan saya sumbangkan ke UMKM melalui program CiptaNyata sejak dilantik. Mulai bulan ini, dialihkan ke penanganan Corona,” katanya. (viva)

Share :

Baca Juga

Politik

PKS Sebut Prabowo Subianto Sudah Berbeda

Politik

Ingin Amien Rais di Barisan, Bima Arya: Jelas Enggak Main-main Ya

Politik

Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh Perang Dingin Dimulai dari Sini

Politik

Jokowi Akan Jatuh Bulan Juni, Ini Alasannya Menurut Syahganda

Politik

Nah, Ketua KPU Ungkap Pertemuannya dengan Harun Masiku

Politik

Ma’ruf Amin dan Habib Luthfi Disentil soal Pengangkatan Iman Brotoseno

Politik

Keluhan Lonjakan Tarif, PKS Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Politik

PBNU Minta Pemerintah Batalkan Pelatihan Online Kartu Prakerja