Home / Global / Kriminal

Selasa, 24 Desember 2019 - 09:00 WIB

Arab Saudi Hukum Mati 5 Pembunuh Jamal Khashoggi

BERITAWAJO.COM, Kejaksaan Arab Saudi baru saja mengumumkan kabar terbaru terkait dengan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Pengadilan menetapkan hukuman mati untuk lima orang di antara 11 orang yang didakwa. Dua pejabat tertinggi justru lolos dari jerat hukum.

Wakil Jaksa Agung Shalaan Al Shalaan menjelaskan, lima orang dihukum mati karena terlibat langsung dalam pembunuhan di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober tahun lalu. Sementara itu, tiga orang dihukum total 24 tahun penjara karena berusaha menutupi kejahatan.

Hatice Cengiz – Jamal Khashoggi. (Hasan Jamali/Dok. AP Photo-STEPHANIE LECOCQ/EPA-EFE)

Yang paling penting, pengadilan memutus bahwa kasus pembunuhan salah seorang pengkritik terpedas Kerajaan Arab Saudi itu bukanlah pembunuhan berencana.

“Kami menyimpulkan bahwa kasus Khashoggi tak direncanakan lebih dulu,” ungkap Shalaan menurut Agence France-Presse.

Baca  Demi Rawat Rakyat Miskin, Presiden Meksiko Jual Pesawat Kepresidenan

Kesimpulan pengadilan itu persis dengan pernyataan Kerajaan Saudi selama ini. Pejabat negeri Timur Tengah kukuh menyatakan bahwa tim yang dikirim ke konsulat di Istanbul bertugas untuk membawa Khashoggi ke Saudi hidup-hidup. Namun, kelompok yang terlalu fanatik itu malah memutilasi Khashoggi.

Hal tersebut berbeda dengan temuan Central Intelligence Agency (CIA). Lembaga intel AS itu menyatakan bahwa pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan sejak awal. Putera Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) juga dituding sebagai otak aksi tersebut.

Pengadilan Saudi bersikeras menolak hasil penyelidikan CIA. Mereka bahkan membebaskan dua nama besar dalam daftar pelaku pembunuhan, yakni Saud Al Qahtani dan Ahmed Al Assiri.” Mereka bebas karena kurangnya bukti yang kuat,” ujar Shalaan kepada Washington Post.

Qahtani merupakan mantan penasihat media untuk kerajaan. Dialah yang memegang kewenangan mengatur wawancara MBS dengan media asing. Qahtani juga pernah dikritik mendiang Khashoggi. Kolumnis Washington Post itu menyatakan bahwa Qahtani sering mengintimidasi penulis-penulis yang kritis terhadap keluarga Al Saud. “Semua orang takut kepada dia. Sekali menantang, Anda bisa berakhir di penjara,” ungkap Khashoggi dalam wawancara dengan Newsweek tahun lalu.

Baca  Masjid di Turki Berubah Jadi Minimarket Gratis Selama Wabah Corona. Slogannya Unik!

Sementara itu, Assiri merupakan penasihat kerajaan yang paling dekat dengan MBS. Dia pernah menjadi jubir koalisi militer di Yaman sebelum diangkat menjadi wakil lembaga intelijen Arab Saudi pada 2017. Dia sering menghadiri rapat terutup dengan MBS.

Jurnalis berusia 59 tahun itu kali terakhir terlihat ketika mendatangi konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Dia datang untuk mengurus kebutuhan dokumen persiapan pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Setelah kasus Khashoggi mendapat perhatian dunia, dua pejabat itulah yang memikul tanggung jawab. Dua orang tersebut langsung dipecat dan menghadapi proses pengadilan. ’’Keputusan Arab Saudi untuk memperbolehkan pejabat menghindari tanggung jawab atas kematian Jamal Khashoggi jelas mengkhawatirkan. Perlu ada penyelidikan independen,’’ ujar Adam Coogle, peneliti Timur Tengah di Human Rights Watch.

Baca  Adamsyah: Dulu Zero Corona, IMF Buka Pinjaman untuk Corona, Langsung Ngaku Ada

Selama ini, proses pengadilan kasus Khashoggi memang tertutup. Pihak pengadilan hanya mengizinkan beberapa diplomat asing menyaksikan dengan catatan tak boleh mengungkap detail persidangan. Karena itu, publik pun tak tahu pasti siapa yang mendapatkan hukuman mati.

Namun, Agnes Callamard, penyelidik khusus PBB, mengungkapkan, ada lima orang yang terancam hukuman mati pada Juni lalu. Mereka adalah Fahad Shabib Albalawi, Turki Muserref Alshehri, Waleed Abdullah Alshehri, Maher Abdulaziz Mutreb, dan Salah Mohammed Tubaigy.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Global

Resepsi Nikah Online Jadi Tren Baru di China di Tengah Corona

Global

Raja Salman Umumkan Kabar Gembira di Pertengahan Ramadan

Kriminal

Mantan Ketua DPRD Enrekang, Disman Duma, Tersandung Narkoba

Global

Salah Identifikasi! Pasien Covid-19 Awalnya Dianggap Meninggal, Ternyata Masih Hidup

Global

Dokter Tentara China Bongkar Rahasia Besar Virus Corona di Wuhan

Global

KFIR, Pasukan Kilat Israel yang Sering Dijuluki Tentara Dajjal

Global

Satu Lagi Negara Tertipu Pemasok Tes Cepat Impor dari China

Global

Soal Virus Wabah Corona COVID-19, Bill Gates Justru Bela China