Home / Daerah

Senin, 11 Mei 2020 - 21:23 WIB

Aneh! Wakil Ketua DPRD Trenggalek Masuk Data Penerima BLT Kemensos

Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi

Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi

Trenggalek – Nama Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi masuk dalam data penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Kementerian Sosial senilai Rp 600 ribu/bulan.
Kepala Desa Karangan Tri Rohadi mengatakan masuknya nama wakil ketua dewan itu diketahui setelah pihaknya melakukan proses verifikasi terhadap gelondongan data Kemensos.

“Saya tahu itu tadi malam, saya coba teliti ternyata ada nama Doding, dia tercatat sebagai warga RT 1 RW 1 Desa Karangan,” kata Tri Rohadi, Senin (11/5/2020).

Dalam daftar tersebut, wakil ketua dewan masuk sebagai penerima bantuan langsung tunai senilai Rp 600 ribu/bulan selama tiga bulan berturut-turut. Pihaknya tidak mengetahui kenapa nama wakil ketua dewan bisa masuk dalam daftar penerima bantuan.

Baca  Soal Desa yang Tak Salurkan BLT, Kemendes Akan Berikan Sanksi

Mengetahui adanya nama anggota dewan tersebut, kades langsung menghubungi yang bersangkutan melalui sambungan telepon. Ia pun diminta untuk menghapus nama Doding dari daftar penerima bantuan.

“Saat ini kami sedang melakukan verifikasi nama-nama penerima bantuan itu, layak atau tidak, kemudian dia termasuk penerima bantuan sosial lain apa tidak. Karena untuk bantuan terdampak COVID-19 tidak boleh dobel,” ujarnya.

Baca  Risma Beda dengan Khofifah Mengenai Pabrik Rokok Sampoerna Klaster Baru Corona

Sementara itu Doding Rahmadi mengaku kaget namanya masuk dalam daftar penerima BLT. Pihaknya telah meminta pemerintah desa untuk mencoret namanya dari daftar penerima BLT.

“Karena saat ini masih tahap verifikasi, saya minta nama saya dihapus,” ujar Doding.

Ia menduga data Kementerian Sosial tersebut mengacu pada data lama dan didasarkan dari beberapa indikator. Doding mengaku sekitar dua tahun lalu ia masih belum memiliki rumah sendiri, namun ia telah memiliki kartu keluarga (KK) sendiri.

Baca  Lucu! Gubernur Edy Rahmayadi Suruh Pasien Corona Push Up: Mereka Sehat-sehat Kok

“Mungkin karena dalam KK hanya saya sendiri dan dalam survei belum punya rumah, sehingga masuk dalam kriteria itu. Tapi faktanya sekarang kan berubah, saya sudah berkeluarga dan juga sudah punya rumah,” ujarnya.

Terkait potensi salah sasaran tersebut, pihaknya meminta masing-masing pemerintah desa untuk melakukan verifikasi dengan ketat, sehingga orang yang menerima bantuan benar-benar tepat sasaran. (iwd/iwd)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dokter Pembongkar Kebobrokan Penanganan Corona di Surabaya akan Dihukum

Daerah

Anies: Baru Setengah Hari, 38 Jenazah Diduga Corona Dimakamkan
Durian Gundul

Daerah

Indonesia Berhasil Ciptakan Durian Gundul. Tapi Bentuknya Jadi Aneh Ya…

Daerah

Halo Ibu Risma, Tak Lagi Merah, Kota Surabaya Sudah Zona Hitam

Daerah

Geger Ratusan Pedagang Pasar di Gowa dan Makassar Positif Corona

Daerah

Seperti Tak Terpengaruh Corona, Bandara Adisutjipto Tetap Layani Rute Malaysia dan Singapura

Daerah

Karena Menutup Dolly, Rumah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Sering Didatangi Ular

Daerah

Ketika Ijtimah Jamaah Tabligh Batal dan Pelantikan Uskup Baru Ruteng di NTT Tetap Digelar