Home / Daerah

Minggu, 12 April 2020 - 07:03 WIB

Aneh! Sudah Meninggal, Pasien Corona di Bantul Dinyatakan Sembuh

Jogja – Pasien positif corona di Bantul yang meninggal di RS PKU Muhammadiyah pada Senin (6/4/2020) lalu dinyatakan sembuh dari COVID-19, Rabu (8/4/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, pasien positif corona asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul itu dinyatakan sembuh setelah ia meninggal.

“Hasilnya tadi keluar bahwa dinyatakan dua swab yang diambil itu hasilnya negatif,” kata pria yang akrab dipanggil Oki tersebut, Rabu.

Ia menjelaskan, sebelum meninggal, pasien menjalani tes swab dua kali pada tanggal 2 dan 3 April, dan baru keluar hasilnya Rabu hari ini.

Pasien dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 26 Maret lalu dan sempat dirawat di RS Respira, sebelum kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah. Pria berusia 53 tahun tersebut kemudian meninggal pada Senin pagi kemarin, dan dilakukan pemakaman sesuai dengan protokol penanganan COVID-19.

Baca  20 TKI Ilegal dari Malaysia Masuk Sumut Pakai Sampan

Oki menjelaskan, dari dua hasil swab yang menunjukkan negatif, maka dipastikan pasien meninggal dalam keadaan sembuh dari COVID-19.

“Meninggalnya dalam posisi sembuh, sudah negatif hasilnya, meninggalnya karena penyakit kronis yang sudah ada,” kata Oki.

Ia menyebutkan, selain terpapar virus corona, pasien tersebut juga memiliki penyakit kronis bawaan dan diduga meninggal akibat penyakit tersebut.

Selanjutnya, Oki menjelaskan, pihaknya akan melakukan revisi catatan, yakni sejak awal di Bantul tercatat 8 orang positif corona, di mana dua orang dinyatakan sembuh, satu pulang ke rumah, dan satu lagi meninggal.

Baca  Bupati Mamteng ke Luhut: Jangan Bicara Sembarangan, Ini Rakyat Kami!

Sementara untuk saat ini masih ada 5 orang confirmed positif virus corona. Masing-masing dirawat di RSUD Panembahan Senopati, RSUD Sleman, RSUD Jogja, RSPAU Harjolukito, dan RS Sardjito.

Sebelumnya sempat viral proses pemakaman jenazah pasien corona yang dibantu oleh warga tanpa menggunakan APD. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan, jenazah tersebut bukan jenazah infeksius.

“Sebenarnya pemakaman itu pasien posisinya sudah jenazah tidak terinfeksi, bukan jenazah infeksius,” kata Agus.

Ia menyebutkan, jika hasil negatif sudah diterima sebelumnya, maka pemakaman akan dilakukan seperti biasa, tanpa melibatkan protokol COVID-19.

Baca  Viral Foto Kades di Luwu Timur Gendong Lansia Ambil Bansos

Keterlambatan penerimaan hasil swab pasien membuat pasien diasumsikan masih menderita COVID-19 dan harus dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku. Oki menambahkan, menanggapi keterlambatan tersebut, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Provinsi sudah mengajukan kepada pemerintah pusat agar permasalahan serupa dapat segera diatasi.

“Agar kendala dalam proses pemeriksaan lab dapat segera diatasi, baik dengan penambahan lab atau dengan mempercepat datangnya bahan habis pakai,” kata Oki.

Saat ini tes swab untuk menguji pasien terpapar virus corona di DIY baru dapat dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP).

Share :

Baca Juga

Jenazah PDP Corona

Daerah

Liang Lahat Jenazah PDP Corona Sudah Digali, Ya Ampun Warga Menolak

Daerah

Jadi Imam dan Khatib Salat Idul Fitri, Jawaban Bupati Karanganyar di Grup WhatsApp

Daerah

Panas! Rapat Pembahasan PSBB, Risma Meninggalkan Ruangan Tak Balik Lagi

Daerah

Hoaks… Angin Munson Tiba di Parepare, Video Lama Berlokasi di Jawa

Daerah

Anies Diingatkan Efek Fatal Jika Paksakan Pergub PSBB

Daerah

Pulang ke Sulsel, 12 Santri Ponpes Temboro Magetan Positif Corona 

Daerah

Tanpa Jarak, Ribuan Orang Tarawih di Masjid Baiturrahman Aceh

Daerah

Pemprov Jatim Izinkan Masjid Gelar Salat Id Berjemaah di Masjid