Home / Pemerintah

Kamis, 23 April 2020 - 17:30 WIB

Akhirnya, Pemerintah Akui Terlambat Deteksi Dini Corona: Begini Pengakuannya

Ilustrasi

Ilustrasi

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui pemerintah Indonesia memiliki keterbatasan dan terlambat untuk mendeteksi dini covid-19. Akibatnya, tingginya tingkat kematian pasien corona.

Hal ini disampaikan Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (23/4).

“Tingkat kematian yang tinggi untuk Covid-19 di Indonesia saat ini karena keterbatasan dan keterlambatan untuk deteksi dini,” ujar Wiku.

Meski begitu, pemerintah selama ini telah berupaya keras meningkatkan kapasitas laboratorium pengujian tes reagen PCR maupun rapid test untuk mendeteksi pasien yang terjangkit Covid-19.

Baca  Innalillahi, Dokter Penjemput Rombongan Bima Arya Wafat Setelah Positif Terinfeksi Covid-19

Di sisi lain, tingginya jumlah pasien meninggal karena Covid-19, menurut Wiku sebagai upaya pemerintah untuk menunjukkan transparansi data kepada publik.

“Sebagai gugus tugas, kami perlu menjawab dan memastikan masyarakat yang terus bertanya tentang transparansi data,” katanya.

Saat ini pemerintah tak hanya menyampaikan data pasien positif, sembuh, dan meninggal namun juga jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Peningkatan kualitas data juga perlu dilakukan sehingga data tingkat kematian menjadi lebih dipercaya,” ucap Wiku.

Baca  Ngeri! Skenario Pemerintah dari Dampak Virus Corona; Ringan, Sedang dan Berat

Berdasarkan data 22 April 2020, jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 7.418 orang. Dari jumlah tersebut, 635 orang meninggal dunia dan 913 dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data 23 April 2020, jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 7.775 orang. Sementara, jumlah pasien meninggal dunia 647 jiwa, dan yang dinyatakan sembuh 960 orang.

“Konfirmasi positif mencapai 7.775 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (23/4).

Baca  Survey Indo Barometer; 64,3 Persen Publik Percaya Pemerintah Mampu Mengatasi Corona

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui sistem kesehatan nasional tidak akan mampu menangani wabah Covid-19 jika masyarakat panik. Atas dasar pertimbangan itu, pemerintah sempat merahasiakan sebagian informasi seputar penanganan Covid-19 saat awal virus corona mewabah.

“Kita sampaikan awal-awal saat ditemukan pasien 01, 02. Saya menyampaikan agar hati-hati menyampaikan informasi ke lapangan agar tidak membuat masyarakat panik. Karena kalau panik, sistem kesehatan nasional kita enggak akan mampu menangani ini,” ujar Jokowi dalam siaran Mata Najwa, Rabu (22/4) malam. (bizlaw)

Share :

Baca Juga

Nasional

Besaran Gaji PPPK, Ini Kabar Bahagia dari Menkeu Sri Mulyani

Pemerintah

Ngeri! Skenario Pemerintah dari Dampak Virus Corona; Ringan, Sedang dan Berat

Pemerintah

Peserta Pelatihan Kartu Prakerja Tidak Dijamin Mendapat Pekerjaan: Ini Alasannya

Pemerintah

Menkeu Sri Mulyani Ngutang 5 Triliun, Komisi XI: Kita Enggak Pernah Tahu Kapan Diajukan

Pemerintah

Susul Belva, Andi Taufan Juga Mundur dari Stafsus Jokowi

Pemerintah

Ini 3 Permintaan Jokowi Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri Nanti

Pemerintah

Catat! Jokowi Gratiskan Tagihan Listrik 3 Bulan untuk Pelanggan 450 VA dan Diskon 50% untuk 900 VA

Pemerintah

Kemenkeu: Iuran BPJS Kesehatan Harusnya Lebih Tinggi