Home / Kesehatan

Jumat, 29 Mei 2020 - 20:28 WIB

214 Pedagang Pasar Tradisional Positif COVID-19

Sejumlah warga memadati area penjualan pakaian di Pasar Induk Rau di Serang, Banten, Jumat (22/5). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Sejumlah warga memadati area penjualan pakaian di Pasar Induk Rau di Serang, Banten, Jumat (22/5). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang rentan terjadinya penularan virus corona. Aktivitas jual beli yang melibatkan kontak langsung antara penjual dan pembeli ini menyebabkan banyak pedagang terinfeksi COVID-19.

Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) mencatat, hingga saat ini sebanyak 214 pedagang dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Di mana 19 orang di antaranya meninggal dunia.

“Ikappi mencatat minimal 214 pedagang positif dan 19 di antaranya meninggal karena COVID-19. Tiap dua hari kami update, dan itu update terakhir dua hari kemarin,” ujar Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri kepada kumparan, Jumat (29/5).

Baca  Poto Mengharukan! Pasien Sembuh Covid-19, Disambut, Sujud Sampai Diberi Bunga

Abdullah menjelaskan, dari total pedagang yang terjangkit ini, Pasar Raya Padang menjadi menyumbang kasus terbanyak. Sebanyak 110 kasus atau lebih dari separuh kasus, terjadi di Pasar Raya Padang.

“Faktanya di beberapa kota kami menganalisa penyebarannya luar biasa cepat. Di Pasar Raya Padang binaan kami, itu pun tembus lebih dari 100 pedagang,” sambungnya.

Baca  Mencapai Angka 309 Terpapar Corona, Dua Orang Sulsel. Siapa Orangnya?

Atas dasar itu, ia khawatir jumlah kasus akan semakin meningkat saat pemerintah memberlakukan new normal. Sehingga ia mengimbau agar pemerintah melakukan tes massal terhadap para pedagang terlebih dahulu sebelum kebijakan pelonggaran itu dijalankan.

Rapid test terhadap para pedagang ini, menurutnya, perlu dilakukan agar dapat mengendalikan penyebaran virus. Selain itu, juga supaya para pedagang dan pembeli di pasar tradisional bisa lebih mematuhi protokol penanganan COVID-19.

Baca  China Kini Dukung Resolusi Penyelidikan Asal-usul COVID-19 dengan Satu Syarat

“Ada dua hal yang bisa diambil jika rapid test atau swab dilakukan di pasar, yang pertama kita mengidentifikasi penyebarannya. Kedua, juga untuk mendorong agar ada efek jera bagi pedagang dan pengunjung agar melakukan protokol kesehatan yang mestinya memakai masker dan seterusnya, kalau tidak ada itu mereka agak sedikit ogah-ogahan,” pungkasnya. (k)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Prediksi Ilmuwan: Puncak Corona RI Mei, Harus Berhenti 10 Juni 2020

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

Kesehatan

Ini Pola Tidur Sehat saat Puasa Supaya Tak Telat Sahur

Kesehatan

Siapa Pasien Pertama Corona? Ini Jawaban Ahli

Kesehatan

IDI: Dokter Gelisah Pemerintah Tak Transparan Soal Data Corona

Kesehatan

Pasien Corona Bukan Orang Pertama yang Mengetahui Dirinya Terinfeski, Lalu Siapa?
BPJS Kesehatan Turun Mulai 1 Mei 2020

Kesehatan

Akar Masalah BPJS Kesehatan Bukan Iuran, Tapi Salah Kelola

Kesehatan

Ini Tiga Perbedaan Penyeberan Virus Corona Gelombang Pertama dan Kedua